TOP News
Home » Sains » Pengertian Penyakit Emfisema – Kronik di Paru

Pengertian Penyakit Emfisema – Kronik di Paru

Diagnosa dan pengobatan penyakit kronik paru-paru
Mengingat penyakit berjalan sangat lambat maka dilakukan anamnesis dan mengetahui riwayat pasien. “Diagnosisnya dengan mengetahui gejala yang di alami pasien,” paparnya. Selain itu, pemeriksaan kondisi paru-paru juga diperlukan untuk mengetahui keadaan terakhir paru-paru pasien. “Paru-paru pasien akan lebih pekat dibandingkan orang yang sehat,” imbuhnya.

Pengobatan yang utama akan ditujukkan untuk mengurangi sesak napas pasien. Hal ini bertujuan untuk mengeluarkan CO2 dan membantu oksigen masuk ke dalam paru-paru. “Untuk kasus yang lebih berat pasien perlu dibantu dengan alat bantu pernapasan,” katanya. Untuk obat pelega napas itu sendiri obat pelega napas itu sendiri biasanya dokter akan memberikan obat semprot atau obat hirup untuk si pasien. Apabila belum terlalu jauh perubahan klinisnya, emfisema yang bersifat kompensatorik dapat sembuh kalau penyakit primernya dapat diatasi. Pemberian oksigen dan atropin kadang-kadang diperlukan untuk mengurangi sesak napasnya.

Dalam beberapa kasus, pembedahan dapat membantu. Operasi pengurangan volume paru, di mana bidang paru-paru yang paling terpengaruh oleh emfisema dikeluarkan untuk membantu bagian-bagian yang sehat paru-paru berfungsi normal, mungkin dapat membantu dalam beberapa pasien. Pasien mungkin juga dapat menerima transplantasi paru-paru. “Jika kesulitan napas pasien sudah parah, terpaksa kita harus membuat lubang di rongga pernapasannya, agar udara bisa keluar dan masuk,” jelasnya.

Emfisema tidak dapat disembuhkan tetapi faktor-faktornya dapat dihilangkan dan laju perkembangan dapat diperlambat jika terdeteksi sejak dini dan berhenti merokok. Dengan terapi yang tepat, banyak pasien dapat menghilangkan kebiasaan merokok bila diimbangi dengan pola kerja mereka. Orang menderita emfisema harus lebih ekstra lagi menjaga kesehatan paru-parunya. Pasien tidak perlu mengurangi aktivitas sehari-harinya, jadi ia bisa bekerja layaknya orang sehat lainnya, namun mungkin akan ditemukan kendala di mana tubuhnya akan mudah sekali merasa kelelahan.

Comments