TOP News
Home » Sains » Pengertian Gangguan Kepribadian Ambang
Pengertian Gangguan Kepribadian Ambang

Pengertian Gangguan Kepribadian Ambang

(Pengertian Gangguan Kepribadian Ambang) – Jumlah penderita gangguan ini sekitar 2% dari populasi, dan 75% diantaranya adalah wanita. Perjalanan gangguan ini bervariasi, pada umumnya ketidak-stabilan dan resiko bunuh diri memuncak pada usia dewasa muda dan menurun secara gradual dengan perjalanan usianya.

Tanda-tanda Gangguan Kepribadian Ambang adalah:

  • Emosi atau Afek yang sangat tidak stabil, perubahan yang sangat cepat dan impulsif.
  • Hubungan interpersonal juga tidak stabil.
  • Gambaran diri pasien, tujuan, dan preferensi internalnya (termasuk seksual) sering kali tidak jelas atau terganggu, dengan perasaan kosong yang kronis.
  • Mudah menjadi marah dan melakukan perilaku kekerasan dan agresif, yang sering kemarahan tersebut ditujukan pada diri sendiri dengan melukai diri, ancaman dan perilaku bunuh diri.
  • Kadang kemarahan dialihkan pada penyalahgunaan obat dan alkoholisme, perilaku ugal-ugalan, termasuk dalam perilaku seksual.

Psikodinamika Gangguan Kepribadian Ambang
Gangguan dimulai dengan adanya gangguan penerimaan orang tua terhadap anak. Kemudian ada kaitan dengan abnormalitas biologik, dimana penderita yang impulsif tampaknya berkaitan dengan aktivitas serotonin di otak yang rendah.

Teori sosiokultural menduga bahwa perubahan yang cepat dari lingkungan sosial ikut berperan terjadinya gangguan ini.

Pengobatan Gangguan Kepribadian Ambang
Psikoterapi tampaknya dapat memperbaiki keparahan gangguan ini, meskipun sulit dilakukan karena berkaitan dengan keseimbangan empati dan kemarahan penderita. Sedangkan terapi psikodinamik efektif untuk memperbaiki kekacauan hubungan, perasaan diri yang buruk, dan penarikan diri yang pervasif.

Beberapa penderita terbantu dengan kombinasi terapi psikofarmaka, diantaranya obat antidepresan, anticemas, dan antipsikotik yang berguna membantu penderita lebih tenang dan mampu meredam agresifitasnya. Namun juga perlu diperhatikan, bahwa penggunaan obat-obat tersebut pada penderita rawat jalan, dapat digunakan untuk bunuh diri.

Comments