TOP News
Home » Sains » Pengertian Tenaga Endogen atau Tektonisme
Pengertian Tenaga Endogen atau TektonismeTenaga endogen

Pengertian Tenaga Endogen atau Tektonisme

(Pengertian Tenaga Endogen atau Tektonisme) – Kenampakan muka bumi seperti gunung, dataran, dan masih banyak lagi ternyata tidak terbentuk dengan sendirinya. Keberadaannya melalui proses panjang dengan waktu yang lama. Pada zaman arkeozoikum kerak bumi baru mulai terbentuk. Dari zaman ke zaman kondisi Bumi mulai berubah hingga mendukung berkembangnya manusia purba. Perubahan muka Bumi ini juga didukung oleh faktor alami.

Bumi yang bulat mempunyai susunan mirip telur. Kuning telur mewakili inti Bumi (core), putih telur mewakili selubung Bumi (mantle), dan cangkangnya mewakili kerak bumi (crust). Kerak ini berkembang pada masa arkeozoikum. Ketebalan kerak Bumi yang kita tinggali ini hanya 30–80 km. Di dasar samudra kerak Bumi lebih tipis lagi, yaitu antara 5–7 km.

Suhu yang sangat panas dan tekanan yang kuat membuat inti Bumi selalu bergolak. Pergolakan ini menimbulkan tenaga yang maha dahsyat sehingga menekan batuan cair pada saat selubung terdesak keluar ke permukaan Bumi dan akhirnya membentuk muka Bumi. Tenaga yang berasal dari dalam Bumi inilah yang disebut tenaga endogen. Sementara tenaga endogen bekerja, muka Bumi yang telah terbentuk akan diubah oleh tenaga dari luar Bumi yang disebut tenaga eksogen. Inilah dua tenaga yang memegang peranan di permukaan Bumi.

Tenaga Endogen
Tenaga Endogen adalah tenaga bumi yang berasal dari dalam Bumi, bersifat membangun. Suatu daerah yang semula datar dengan adanya tenaga endogen bisa timbul pegunungan melalui proses yang membutuhkan waktu lama. Tenaga ini dikategorikan menjadi tektonisme, vulkanisme, dan seisme.

Tektonisme
Tektonisme adalah Perubahan letak lapisan kulit Bumi. Perubahan ini bisa secara vertikal maupun horizontal. Berdasarkan kecepatan gerakan dan luas wilayah yang terkena pengaruh tektonisme dibedakan menjadi dua yaitu
1. Gerak Epirogenesa
Gerak inilah yang membentuk benua. Gerakan ini berlangsung dengan sangat pelan sehingga kadang tidak kita rasakan. Gerakan ini meliputi wilayah luas dan tanda-tandanya dapat dilihat dari adanya perubahan garis pantai. Gerakan ini dibedakan menjadi epirogenesa positif dan negatif. Epirogenesa positif ditandai dengan adanya kenaikan permukaan air laut sehingga garis pantai pindah ke daratan karena daratan mengalami penurunan. Sementara itu, epirogenesa negatif ditandai dengan permukaan air laut yang menurun. Salah satu tandanya adalah pantai yang berteras karena mengalami kenaikan atau pengangkatan berulang kali.

Gerak Epirogenesa negatif

Gerak Epirogenesa negatif

Gerak Epirogenesa positif

Gerak Epirogenesa positif

2. Gerak Orogenesa
Gerakan ini merupakan gerakan pembentuk pegunungan lipatan maupun patahan. Terjadi dalam waktu yang relatif lebih singkat dan daerah yang lebih sempit. Gerak ini secara umum membentuk lipatan dan patahan.

Gerak Orogenesa

Gerak Orogenesa

a. Lipatan
Lipatan terjadi ketika dua lempeng kerak Bumi yang saling berhadapan bertabrakan. Lapisan batuan pada kerak Bumi mendapat tekanan hebat yang menyebabkan pelipatan lapisan batuan. Proses pelipatan lapisan batuan ini merupakan awal pembentukan pegunungan lipatan. Contohnya pembentukan pegunungan lipatan Himalaya. Terlipatnya lapisan batuan ini dapat mendorong terbentuknya perbukitan (antiklinal) dan lembah (sinklinal).

Lipatan (Sinklinal)

Lipatan (Sinklinal)

b. Patahan
Tekanan dalam Bumi menyebabkan patahan jika bekerja pada lapisan batuan yang tidak elastis atau keras. Akibatnya, kerak Bumi retak kemudian patah. Di patahan ini ada bagian yang turun disebut graben (slenk). Contohnya graben Semangko di sepanjang Pegunungan Bukit Barisan, Sumatra. Kadang graben sangat dalam yang disebut ngarai. Contohnya Ngarai Sianok di Sumatra Barat. Jika graben itu terisi air dan menggenang akan menciptakan sebuah danau.
Sementara itu, lapisan tanah yang terangkat disebut horst yang menghasilkan kenampakan sebuah plato (dataran tinggi). Contohnya Plato Dieng di Jawa Tengah dan Plato Wonosari di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Gambar patahan

Gambar patahan

Comments