Perbedaan antara Molekul dan Senyawa
Perbedaan antara Molekul dan Senyawa

Perbedaan antara Molekul dan Senyawa beserta contohnya

(Perbedaan antara Molekul dan Senyawa) – Senyawa adalah zat murni yang terdiri dari dua unsur atau lebih yang bergabung melalui reaksi kimia. Molekul didefinisikan sebagai sekelompok atom (paling sedikit dua) yang saling berikatan dengan sangat kuat (kovalen) dalam susunan tertentu dan bermuatan netral serta cukup stabil.

Apa perbedaan molekul dan senyawa beserta contohnya?

Istilah atom memiliki arti yang sama dengan unsur, yaitu bagian terkecil dari suatu zat. Salah satu contoh unsur atau atom yang sering diungkapkan adalah hidrogen (H), karbon (C), oksigen (O). Perbedaan Atom dan Unsur sendiri terletak terletak pada penggunaannya dalam kalimat. Atom merupakan kata benda konkrit, sedangkan unsur merupakan kata benda yang merujuk sifat.

Apa perbedaan molekul dengan senyawa?

Senyawa adalah zat murni yang terdiri dari dua unsur atau lebih yang bergabung melalui reaksi kimia. Molekul didefinisikan sebagai sekelompok atom (paling sedikit dua) yang saling berikatan dengan sangat kuat (kovalen) dalam susunan tertentu dan bermuatan netral serta cukup stabil.

Maka dari itu kita bisa menyimpulkan bahwa Setiap senyawa adalah molekul, tetapi tidak semua molekul adalah senyawa. Jadi senyawa adalah himpunan bagian dari molekul.

Apa perbedaan molekul unsur dan molekul senyawa?

  • Molekul unsur: ikatan kimia yang terdiri dari satu jenis atom, misal O2, H2, P4, S8. Molekul unsur bukan merupakan senyawa.
  • Molekul senyawa: ikatan kimia yang terdiri dari dua jenis atom atau lebih, misal H2O, CO2, H2SO4. Ketiga contoh tsb merupakan senyawa.

Apa contoh molekul senyawa dan molekul unsur?

Berikut adalah contoh molekul unsur dan molekul senyawa

Contoh Molekul senyawa

  • Asetilena (C2H2). Asetilena, atau dengan nama sistematik etuna, adalah senyawa kimia dengan rumus C2H2. Asetilena adalah senyawa hidrokarbon dari golongan alkuna paling sederhana. Asetilena banyak digunakan sebagai bahan bakar untuk mengelas logam, memotong logam, penerangan bawah tanah dan bahan baku plastik.
  • Gula dapur (C12H22O11). Gula dapur atau sukrosa adalah karbohidrat yang secaraalami ditemukan di banyak tanaman. Gula dapur membuat rasa manis pada lidah.
  • Amonia (NH3). Amonia adalah senyawa dengan penyusun nitrogen dan hidrogen. Amonia adalah gas yang memiliki ciri khas baunya yang busuk, seperti telur busuk.
  • Asam Sulfat (H2SO4). Asam sulfat adalah cairan asam kental, tidak berwarna yang larut dalam air. Asam sulfat banyak digunakan pada aki listrik.
  • Silika (SiO2). Silika adalah senyawa silikon dan oksigen yang merupakan bahan penyusun utama pasir.
  • Air (H2O) – Air adalah senyawa yang tersusun dari dua atom hidrogen dan satu atom oksigen. Air merupakan senyawa yang banyak terdapat di alam dan merupakan senyawa penting poenyusun makhluk hidup.
  • Karbon dioksida (CO2). Karbon dioksida adalah senyawa yang tersusun dari dua atom oksigen dan satu atom karbon. Karbon dioksida berbentuk gas dan diperlukan oleh tanaman dalam fotosintesis serta dikeluarkan hewan dalam pernafasan.
  • Asam cuka (CH3COOH). Asam asetat atau asam cuka adalah senyawa organik yang tersusun dari unsur karbon, hidrogen dan oksigen, dan banyak digunakan sebagai penyedap makanan.
  • Garam dapur (NaCl). Garam dapur adalah senyawa yang tersusun dari natrium (Na) dan Klorin (Cl). Garam dapur akan larun pada air, dan garam ini memberi rasa asin pada lidah.
  • Metana (CH4). Metana adalah senyawa hidrokarbon paling sederhana, umumnya ditemukan sebagai gas dan merupakan penyusun utama gas alam. Sebagian besar metana digunakan untuk bahan bakar, misalnya berupa tabung gas Elpiji untuk bahan bakar kompor gas.

Molekul unsur

  • Gas oksigen (O2). Gas ini merupakan gas penyusunterbesar kedua (25%) di udara yang dibutuhkan hewan dalam bernafas.
  • Gas nitrogen (N2). Gas ini adalah penyusun terbesar di udara (70%) dan banyak digunakan sebagai pengisi ban kendaraan bermotor.
  • Seng (Zn). Seng adalah unsur logam dengan simbol Zn (Zinc). Seng adalah logam dengan warna putih dengan sifat khas tahan karat dan ringan. Unsur ini banyak dipakai untuk bahan bangunan atau campuran pada besi.
  • Besi (Fe). Besi adalah unsur logam dengan lambang Fe (ferrum). Besi ini adalah unsur logam yang termasuk paling banyak dijumpai di bumi, dan banyak dipakai untuk berbagai keperluan mulai dari perkakas hingga barang bangunan.
  • Helium (He). Gas helium adalah gas ringan dan tidak mudah bereaksi. Gas ini banyak digunakan sebagai pengisi balon udara,
  • Emas (Au). Emas adalah unsur logam dengan simbol Au (Aurum). Emas adalah logam dengan warna kuning dengan sifat khas susah bereaksi dengan unsur lain. Emas ini banyak dipakai untuk perhiasan karena keawetanya yang tidak mudah bereaksi.
  • Arang (C). Zat arang adalah unsur nonlogam dengan lambang C (carbon). Zat arang atau karbon merupakan penyusun utama senyawa organik, seperti protein, karbohidrat, dan juga penyusun utama bahan bakar fosil.
  • Perak (Ag). Perak adalah unsur logam dengan simbol Ag (Argentum). Perak adalah logam dengan warna putih dengan sifat khas susah bereaksi dengan unsur lain. Sebagaimana emas, Perak juga banyak dipakai untuk perhiasan karena keawetanya yang tidak mudah bereaksi.
  • Raksa (Hg). Raksa adalah unsur logam yang berbentuk cair, berbeda dengan logam lain. Raksa banyak dipakai sebagai pengisi termometer.
  • Uranium (U). Uranium adalah unsur radioaktif, yang memancarkan radisasi dan meluruh menjadi unsur lain. Uranium banyak digunakan sebagai bahan bakar reaktor nuklir dan sebagai peledak bom nuklir.

Pengertian Ion – Ion adalah atom yang bermuatan listrik, ion yang bermuatan listrik disebut kation, dan ion yang bermuatan negatif disebut anion. Kation dan anion dapat berupa ion tunggal hanya terdiri dari satu jenis atom atau dapat pula berupa ion poliatom mengandung dua atau lebih atom yang berbeda.