6 Hal Penting yang Wajib Dilakukan dalam Budidaya Ikan Nila

Bagi sebagian orang memelihara ikan merupakan hobi yang menyenangkan. Jika Anda adalah salah satu dari mereka, Anda tentu ingin membuat hobi Anda lebih menghasilkan, bukan? Untuk itulah Anda di sini, menemukan kiat-kiat terbaik untuk budidaya ikan nila. Ikan nila berkerabat dengan mujair, tidak heran kedua jenis ikan tersebut memiliki sifat yang mirip.

Sifat ikan nila serta ikan mujair yang paling menonjol adalah kemampuan mereka beradaptasi yang sangat baik serta kemudahan dalam berkembang biak. Hal ini tentu membuat pembudidayaan ikan nila menjadi semakin mudah. Apalagi, ikan nila tergolong omnivora yang memakan segalanya. Mereka bisa bertahan hidup dengan memakan tumbuhan air, hewan air, dan plankton.

Memulai Pembudidayaan Nila

Sebelum mulai membudidayakan ikan nila, ada beberapa persiapan yang harus dilakukan agar hobi Anda tersalurkan dengan benar dan tepat.

  1. Ikan nila hidup di rawa, waduk, danau, dan sungai atau dengan kata lain di perairan tawar. Untuk membuat nila Anda bertumbuh dan berkembang biak dengan sehat, pastikan Anda mempersiapkan kolam dengan pH air antara 7 dan 8. Suhu airpun harus diperhatikan dengan saksama. Ikan nila akan tumbuh sehat dalam air bersuhu 25 hingga 30 derajat celsius.
  2. Jika Anda berencana membeli pakan buatan, pastikan pakan buatan tersebut mengandung 25 persen kadar protein. Dibandingkan dengan ikan lele dan ikan mas, pembudidayaan ikan nila jauh lebih murah karena ikan lele dan ikan mas membutuhkan pakan buatan yang kadar proteinnya lebih tinggi yaitu sekitar 30 persen hingga 45 persen.
  3. Bagi Anda yang baru memulai budidaya ikan nila, sebaiknya memulai dengan benih ikan nila jantan. Benih nila jantan akan memberikan hasil maksimal karena kecepatan pertumbuhannya 40 persen di atas pertumbuhan nila betina.
  4. Jauh lebih baik untuk membudidayakan ikan nila dengan cara monosex atau budidaya nila dengan satu kelamin saja. Ikan nila sangat mudah melakukan perkawinan. Dengan membudidayakan nila secara campuran, ikan-ikan Anda akan menghabiskan energi mereka untuk kawin. Hal ini berujung pada pertumbuhan bobot yang tidak maksimal pada ikan nila.

Mempersiapkan Kolam untuk Budidaya Nila

Ikan nila bisa dibudidayakan di berbagai macam kolam seperti jaring terapung, kolam dari terpal, semen, atau tanah. Yang paling direkomendasikan adalah kolam tanah karena kolam jenis ini sangat mudah dibuat. Selain itu biaya pembuatan kolam dari tanah juga tidak terlalu mahal. Kolam tanah juga merupakan tempat ideal untuk tumbuhnya hewan serta tumbuhan yang bisa dimakan oleh ikan Nila.

Dengan tumbuhnya hewan dan tumbuhan air makanan alami ikan Nila, Anda tentu saja bisa menghemat biaya yang harus dikeluarkan untuk membeli pelet atau pakan buatan untuk ikan Nila. Pastikan Anda mengolah kolam tanah terlebih dahulu sebelum mengisinya dengan air dan benih nila.

  1. Keringkan dasar kolam tanah

Jemur kolam Anda untuk mengeringkannya. Proses penjemuran bisa berlangsung antara 3 dan 7 hari, bergantung dengan cuaca di tempat tinggal Anda. Ketika permukaan tanah mulai tampak retak-retak, kolam tanah Anda sudah siap digunakan. Injak kolam tanah Anda, jika masih tersisa jejak kaki kurang lebih sedalam 1 cm hingga 2 cm, Anda bisa beranjak ke proses selanjutnya.

  1. Cangkul atau bajak kolam tanah

Setelah tanah mengering, mulai cangkul atau bajak kola, tanah Anda hingga kurang lebih sedalam 10 cm. Bersihkan dasar kolam dari kotoran-kotoran seperti kerikil dan sampah. Juga, pastikan bahwa tidak ada lumpur hitam berbau busuk yang mengendap di dasar kolam tanah. Biasanya lumpur hitam ini berasal dari pakan ikan sebelumnya yang tidak dimakan oleh ikan-ikan Anda.

  1. Lakukan pemupukan tanah sebelum mulai budidaya ikan nila

Pupuk dasar berupa pupuk organik seperti pupuk kendang atau pupuk kompos akan sangat membantu dalam pengembalian kesuburan tanah. Gunakan 1 hingga 2 ton pupuk organik untuk setiap hektare kolam. Tebarkan pupuk secara merata di seluruh dasar kolam tanah. Biarkan 1 hingga 2 minggu. Kemudian tambahkan pupuk kimia seperti urea.

Pemupukan tanah akan membantu Anda menutrisi tumbuhan serta hewan renik yang berada dalam lingkungan kolam tanah. Di kemudian hari Anda bisa memanfaatkan hewan serta tumbuhan tersebut sebagai makanan alami untuk Nila yang Anda budidayakan. Kunjungi https://epetani.net/ sekarang juga untuk penjelasan lebih lengkap mengenai pembudidayaan ikan dan info lain.

  1. Genangi kolam tanah Anda dengan air

Pastikan Anda melakukan pengairan secara bertahap. Isi kolam tanah dengan air sedalam antara 10 dan 20 cm. Tunggu 3 hingga 5 hari untuk membiarkan sinar matahari masuk sempurna hingga ke dasar kolam. Hal ini akan memberi kesempatan bagi organisme air seperti ganggang untuk bertumbuh. Kemudian isi kolam tanah Anda hingga mencapai tinggi air 60 cm – 75 cm.

Mengisi Kolam Tanah dengan Benih Nila

Jangan mengisi kolam tanah dengan terlalu banyak benih. Dengan air setinggi 60 cm hingga 75 cm, pastikan Anda mengisi setiap meter persegi kolam ikan Anda dengan 15 hingga 30 ekor Nila. Hal ini berlaku untuk benih Nila sebesar 10 gram hingga 20 gram per ekor dan 300 gram per ekor ketika dipanen nantinya.

Meskipun Nila merupakan jenis ikan yang mudah beradaptasi, tetap saja Anda wajib melewatkan benih Nila melalui tahap adaptasi supaya benih Nila Anda terbiasa dengan kolam tanah. Hal ini sangat penting untuk menekan risiko kematian ikan-ikan kecil Anda. Masukkan benih Nila ke dalam wadah. Kemudian masukkan wadah tersebut ke air kolam tanah.

Tunggu beberapa jam, lalu buka wadah benih Nila Anda dan biarkan ikan-ikan berenang ke dalam air kolam ikan dengan sendirinya, tanpa dipaksa.

Memanen Nila dari Kolam Tanah

Tujuan utama dari budidaya ikan nila tentu saja adalah untuk memanen ikan Nila dan menjualnya ke pasar atau mengonsumsinya bersama keluarga. Di pasar domestik, ikan Nila yang dijual biasanya berukuran 300 gram hingga 500 gram seekor. Jika benih Nila yang Anda gunakan untuk budidaya berukuran 10 gram hingga 20 gram, Nila Anda butuh waktu kurang lebih 4 hingga 6 bulan untuk tumbuh.

Selama membudidayakan ikan Nila, pastikan Anda menyediakan cukup makanan bagi ikan-ikan Anda. Beri makan Nila Anda dua kali dalam satu hari, yaitu pada pagi serta sore hari. Ingatlah bahwa Nila butuh cukup pakan, yaitu sebanyak 3 persen bobot tubuh mereka. Timbang satu ekor ikan sekali dalam setiap minggu. Cek bobotnya agar Anda bisa menyesuaikan seberapa banyak pakan yang dibutuhkan.

Berhati-hatilah terhadap masalah utama yang sering dihadapi oleh ikan Nila: infeksi menular. Infeksi pada ikan Nila bisa menular melalui air. Sayangnya, ini berarti ikan Nila di kolam tanah lain bisa terinfeksi penyakit yang sama melalui saluran air yang datang dari kolam sebelumnya. Segera atasi masalah sekecil apapun yang timbul selama Anda membudidayakan Nila.