PPKM Kabupaten Blitar Diberlakukan Mulai Hari Ini, Bupati Blitar Bersama Jajaran Forkopimda Memulai dengan Apel Kesiapan

BLITAR KAB – “Jadi tujuannya PPKM untuk menekan perkembangan pandemi Covid-19 yang berlaku mulai tanggal 11 hingga 25 Januari 2021. Kalau ini nanti dilakukan secara masif, secara terpadu Insyaallah bisa ditekan,” kata Bupati Blitar Drs. H. Rijanto, MM bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Blitar usai melaksanakan apel kesiapan persiapan awal penegekan disiplin protokol kesehatan yakni terkait PPKM, Senin (11/01/2021).

Bupati Rijanto menegaskan, PPKM ini sesuai Surat Keputusan Gubernur Jawa Timur bahwa 11 wilayah termasuk di Kabupaten Blitar masuk Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

PPKM ini diberlakukan karena perkembangan Covid-19 di Kabupaten Blitar terus mengalami tren peningkatan dan masuk zona merah.

Untuk itu, Bupati Rijanto mengucapkan terima kasih kepada jajaran kepolisian, TNI, Satpol PP, dan tenaga kesehatan yang selama ini terus bersinergi tanpa kenal lelah dari siang dan malam.

“Oleh karena itu, ini adalah kerja yang luar biasa dan saya mohon tetap semangat sampai pandemi Covid-19 itu hilang dari bumi kita yang tercinta ini,” ungkapnya.

Sebagaimana SE Bupati Blitar tentang PKKM, Kegiatan perkantoran/tempat kerja dengan menerapkan Work From Home (WFH) sebesar 75% dan Work From Office (WFO) sebesar 25%, kegiatan belajar/mengajar dan perkuliahan dilaksanakan secara daring,

Untuk sektor esensial yang berkaitan dengan kebutuhan pokok masyarakat (perdagangan di pasar) tetap dapat beroperasi sampai dengan jam operasional, dengan mengatur jarak 1 meter antar pedagang. Sedangkan untuk rumah makan, warung makan, cafe dan restoran pelayanan makan minum di tempat dibatasi paling banyak 25% dan untuk layanan makanan melalui pesan antar tetap di ijinkan sampai dengan jam operasional.

Usaha toko, (tradisional/modern), rumah makan, warung makan, cafe, dan restoran termasuk perdagangan di pasar operasional di batasi sampai dengan jam 20.00 WIB.

Selain itu, kegiatan masyarakat yang dilaksanakan di fasilitas umum seperti di taman, tempat wisata, gedung/sarana olahraga dan sosial budaya seperti pagelaran seni, resepsi, dan lainnya di berhentikan sementara.

Kegiatan di tempat ibadah dilaksanakan menggunakan protokol kesehatan secara ketat dengan pembatasan kapasitas 50% dari kapasitas tempat ibadah. Terakhir mengaktfikan kembali Kampung Tangguh di masing-masing wilayah.

Check Also

Menggali Lebih Dalam tentang Dogmatis: Apa Itu dan Bagaimana Ini Memengaruhi Pikiran Manusia?

Dogmatis adalah istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan sikap atau keyakinan yang keras kepala dan …