5 Tanda ternyata Anda ‘kurang cerdas’

Menjadi cermat memang diharuskan dalam menjalani apapun dalam hidup, terutama pekerjaan. Meski begitu, hal ini memang konsep yang sulit untuk kita pahami.

Kita sering hanya terlalu ‘pede’ dalam mengerjakan sesuatu dan pada akhirnya pekerjaan tersebut tidak kita kerjakan dengan baik. Hal ini biasanya berakhir dengan kritikan tajam yang tidak akan pernah siap kita terima.

Seringkali kita berpikir, “ini sepertinya bukan duniaku,” dalam mengerjakan sesuatu, dan hal itu sangat benar. Karena pada dasarnya tidak ada manusia yang bodoh. Semua orang itu cermat sesuai bidangnya masing-masing. Oleh karena itu menyadari sejauh mana kemampuan kita, adalah kunci penting untuk mendapatkan keberhasilan dalam hidup.

Berikut adalah tanda-tanda ternyata Anda tidak terlalu cermat dalam bidang yang Anda jalani saat ini, dan waktunya untuk melakukan perubahan. Mari kita simak uraiannya.

1.Kurangnya profesionalisme

Dalam menjalani hidup, setiap manusia membutuhkan uang untuk memenuhi kebutuhan dasar. Hal ini bisa datang ketika kita bekerja, baik kantoran, buruh, wirausaha, dan lain sebagainya.

Jika kita cermat, Anda akan memilih untuk menjalani apapun yang Anda jalani sekarang dengan penuh profesionalitas. Jika Anda masih belum bisa profesional, tentu Anda bukan orang yang cermat. Tentu orang yang cermat tak pernah cari-cari alasan untuk tidak mengerjakan sesuatu yang ternyata tidak ia sukai.

2.Selalu berada di pusat konflik

Orang yang cerdas tidak akan menghabiskan setiap momen terbuang dalam argumen kosong, konflik, serta perdebatan. Menghindari konflik yang tidak dibutuhkan dapat menghemat energi yang bisa digunakan untuk menjalani kehidupan yang positif.

3. Terlilit dalam kesibukan

Apakah Anda sering menghabiskan sebagian besar hari-hari untuk memerangi kesibukan yang tak terarah? Manajemen waktu adalah keterampilan yang dimiliki semua orang yang cermat. Mereka dengan cepat belajar untuk mengelola waktu yang dapat mengefektifkan waktu kerja dan menyeimbangkan istirahat, sehingga mengurangi stres dan menghasilkan kebaikan untuk orang sekitar.

Saatnya merenung. Jika Anda tahu kalau Anda adalah orang yang cermat, tentunya Anda tak akan berlarian dalam kepanikan. Belajarlah untuk manajemen waktu dan tahu limit kita sendiri, itulah hal yang menjadikan kita jadi insan yang lebih cerdas.

4.Lebih banyak berbicara daripada mendengar

Apa yang Anda pikirkan ketika berada di sekitar orang yang tidak pernah berhenti berbicara? Tentu Anda merasa tak pernah didengar dan komunikasi yang terkesan satu arah. Hal seperti ini sangat egois dan egoisme bukan sifat orang yang cermat. Tentu tak perlu menjadi cerdas untuk mengerti bahwa menjadi pendengar yang baik memiliki banyak manfaat daripada terus berbicara kosong tanpa arah.

5. Kurangnya membaca

Jika Anda memiliki waktu luang yang disia-siakan begitu saja, berarti Anda telah membuang kesempatan untuk mengetahui dunia secara luas. Orang yang cermat tidak akan menyia-nyiakan waktu luangnya hanya dengan melakukan hal tidak penting. Orang pandai mengisi waktu luangnya dengan membaca atau mengonsumsi hiburan yang bersifat edukatif.

Membaca tak selalu buku, artikel di web ataupun media cetak juga terhitung akan menambah wawasan. Membaca adalah alat penting dalam upaya untuk pengembangan diri. Dengan membaca buku beberapa jam setiap harinya, dapat membantu Anda memperluas kecerdasan dan kreativitas.

Check Also

How To, Tutorial

Bagaimana Cara Konfigurasi Nginx Reverse Proxy?

Cara Konfigurasi Nginx Reverse Proxy Reverse Proxy pada sistem operasi Linux bertindak sebagai penghubung antara …