Tips Memotret Outdoor Dengan Pencahayaan Alami

Banyak yang mengatakan melakukan kegiatan memotret diluar ruangan paling baik dijam-jam tertentu seperti jam 4 sore atau jam 8 pagi disaat matahari sedang tidak terlalu terik. Sehingga muncul istilah “golden hour” yang populer di dunia fotografi. Tapi apakah harus selalu memotret saat Golden hour tersebut? Jawabannya tidak. Anda bebas melakukan memotret kapan saja diluar ruangan, namun untuk meraih hasil yang lebih optimal, ada baiknya menyimak beberapa tips berikut ini.

1. Kenali karakter pencahayaan di sekitar Anda

Untuk memotret di luar ruangan, Anda wajib memperhatikan dan mengenali karakter pencahayaan di sekitar. Ada 3 fase pencahayaan yang dapat digunakan untuk memotret dan ketiganya akan memberikan efek pencahayaan yang berbeda-beda. Untuk lebih jelasnya Anda dapat melihat gambar berikut.

Ketiga fase pencahayaan natural ini dapat Anda gunakan untuk memotret. Tapi Anda juga perlu perhatikan kondisi cuaca di lokasi. Ada saatnya kondisi pencahayaan yang awalnya baik menjadi sangat baik tidak mendukung akibat cuaca yang berubah tiba-tiba. Jika hal tersebut terjadi, saya sarankan untuk mencari waktu lain untuk memotret.

2. Bereksperimenlah dengan cahaya dan jangan melihat pencahayaan dari baik atau buruknya

Setelah Anda mengenali karakter pencahayaan disekitar, langkah selanjutnya yang harus Anda lakukan adalah bereksperimen. Jangan membuang waktu Anda hanya untuk menunggu kondisi pencahayaan yang tepat. Memotret pada saat “golden hour” memang akan menghasilkan pencahayaan yang merata pada objek, tapi bukan berarti memotret di luar “golden hour” hasil bidikan Anda akan kurang baik. Cobalah bereksplorasi!

3. Perhatikan arah cahaya matahari dan hindari backlight
Pada saat memotret outdoor, cahaya matahari bisa menjadi musuh atau teman sejati Anda. Untuk itu, Anda wajib memperhatikan posisi matahari dengan objek. Cahaya matahari akan menjadi musuh jika Anda memposisikan objek membelakanginya. Hasilnya, objek Anda akan menjadi gelap dan latarnya penuh dengan sinar matahari yang terang, atau lebih dikenal dengan istilah backlight. Namun, ada kalanya ketika letak objek berada di posisi yang tepat, backlight justru memperindah foto Anda seperti contoh di bawah ini.

4. Jangan ragu menggunakan flash

Untuk menghindari backlight, cara paling ampuh adalah dengan menggunakan flash. Anda dapat menggunakan flash sebagai “fill in” untuk menerangi objek yang membelakangi sinar matahari. Caranya cukup mudah, atur posisi flash pada settingan TTL, atau E-TTL jika tersedia. Atau jika ingin, Anda dapat mengatur tingkat pencahayaan flash secara manual untuk menghasilkan eksposur yang tepat antara objek dan kondisi pencahayaan sekitar. Sebagai contoh, Anda dapat melihat foto di bawah ini. Saya menggunakan flash untuk mendapatkan pencahayaan yang pas ketika kondisi matahari sedang terik.

5. Pastikan ada ruang untuk Post-Processing

Jika kondisi cahaya memang agak sulit dan kemampuan kamera terbatas, pastikan Anda menyisakan ruang untuk post-processing atau penyuntingan foto. Dengan banyaknya aplikasi pengolahan gambar seperti Adobe Photoshop, atau Adobe Lightroom, Anda dapat mengatur dan merubah brightness, level, exposure, dan setting lainnya sehingga hasil akhir foto lebih maksimal. Jadi jangan mengambil foto dengan exposure

Check Also

How To, Tutorial

Bagaimana Cara Konfigurasi Nginx Reverse Proxy?

Cara Konfigurasi Nginx Reverse Proxy Reverse Proxy pada sistem operasi Linux bertindak sebagai penghubung antara …