7 Potensi Kehancuran Hidup Manusia Akibat Penggunaan Smartphone

Smartphone saat ini bisa dibilang menjadi perangkat paling penting bagi banyak orang. Bahkan ada yang berpendapat lebih baik ketinggalan dompet daripada ketinggalan smartphone ketika bepergian.

Sebenarnya, teknologi itu memang bagaikan pisau bermata dua. Di satu sisi memudahkan kehidupan penggunanya, di sisi lain justru malah menghancurkan. Nah, begitupun sebuah smartphone yang potensi menghancurkan hidup penggunanya sangat besar.

Lalu, apa saja potensi kehancuran yang akan ditimbulkan smartphone terhadap penggunanya?

1. Mengacaukan jam tidur

Smartphone disebut-sebut banyak penelitian sebagai salah satu faktor kenapa penderita insomnia meningkat beberapa tahun belakangan ini. Tidak cuma karena konten dari berbagai aplikasi yang membuat penggunanya terjaga, tetapi blue light pada smartphone bisa mengaktifkan area di otak manusia yang menekan melantonin, sehingga menginduksi rasa kantuk.

Jadi, para ahli berpendapat, jika ingin tidur lebih nyenyak pada malam hari, sebaiknya matikan smartphone dan perangkat lainnya satu jam sebelum tidur. Jangan lupa, jauhkan perangkat ini dari tempat tidur Anda.

2. Meningkatkan angka kecelakaan lalu lintas

Mengecek atau mengetik pesan di smartphone memang sebuah godaaan yang tinggi ketika kita sedang mengendarai mobil atau motor. Tapi sadarkah bahwa satu detik saja mata kita teralihkan ke smartphone, maka bisa berpotensi mengundang maut.

Sebuah survei di Amerika Serikat menunjukkan, setiap harinya sebanyak 9 orang pengendara tewas setiap harinya karena penggunaan smartphone. Bahkan di tahun 2013, terjadi sebanyak 341.000 kecelakaan kendaraan karena perangkat ini. Masih kurang seram?

3. Menyebabkan kecanduan

Ini mungkin paling ‘lumrah’ terjadi, di mana orang tidak bisa meninggalkan smartphone miliknya sedetikpun. Kapan saja, di mana saja, dan sedang melakukan apa saja, pasti pandangannya tertuju pada layar smartphone.

Perilaku ini disebut-sebut menjadi penyebab timbulnya fobia yang bernama nomophobia, di mana seseorang mengalami ketakutan yang luar biasa ketika tidak bisa menggunakan smartphone.

4. Memicu stres

Sebuah penelitian Urbana-Chmaplain di University of Illinois menyebutkan orang yang sering mengecek smartphone terindikasi sedang mengalami stres dan depresi yang tinggi. Menurut penelitian tersebut, smartphone sering digunakan sebagai pelarian dalam menghadapi stres.

Alih-alih bakal menghilang, justru semakin mengecek smartphone akan membuat tingkat stres semakin meninggi. Hal ini dikarenakan penderita stres semakin terisolasi dari dunia nyata dan tidak memperoleh solusi apapun dari smartphone.

5. Membuat tidak fokus bekerja

Sebuah studi di Rice University menyebutkan bahwa penggunaan smartphone di ruang kelas akan membuat murid susah menyerap pelajaran. Ketika smartphone dalam kondisi hidup, penggunanya akan tergoda untuk mengalihkan perhatiannya dari belajar. Tidak cuma di dunia pendidikan, hal ini juga rupanya terjadi di dunia kerja.

Jadi, apakah Anda sedang menghadapi deadline pekerjaan saat ini? Sebaiknya, jauhkan smartphone dari ruang kerja Anda. Karena penelitian tersebut juga relevan dengan dunia kerja.

6. Mengurangi percakapan

Pameo” teknologi mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat” bukanlah sebuah isapan jempol. Anda bisa melihat fenomena ini di sebuah sudut-sudut kafe atau restoran, ketika sebuah meja terisi 2 hingga 4 orang, tetapi tidak satupun dari mereka yang terlibat percakapan. Semua asyik dengan smartphone masing-masing tanpa mempedulikan sosok yang ada di hadapannya. Merasa familiar?

7. Mendorong gaya hidup konsumtif

Memang sejauh ini belum ada kasus orang bisa bangkrut karena smartphone. Tapi di satu sisi, smartphone bisa mendorong gaya hidup konsumtif bagi penggunanya, di mana seseorang selalu ingin membeli smartphone keluaran terbaru setiap tahunnya demi gengsi belaka.

Tidak dapat dipungkiri, dengan iming-iming fitur dan teknologi yang diklaim tercanggih, membuat seseorang tertarik untuk membeli smartphone terbaru. Padahal, fitur yang ditawarkan tersebut tidak jauh berbeda dari smartphone yang sudah dimiliki sekarang. Gaya hidup seperti inilah yang membuat seseorang selalu terobsesi dengan smartphone terbaru sekalipun belum membutuhkannya sama sekali.

Sekalipun harganya sama-sama mahal dan dianggap dapat menunjang penampilan, dari sisi hukum ekonomi, smartphone bukanlah sebuah perhiasan seperti emas yang nilainya selalu bertambah setiap tahun. Jadi, jika ingin menginvestasikan uang yang banyak untuk sebuah smartphone, pastikan disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan finansial, bukan berdasarkan napsu belanja belaka.

Check Also

Pengertian Definisi

Pengertian Definisi dan Ciri-cirinya

Pengertian Definisi adalah sebuah arti, bisa juga dimaknai kata, frasa, atau kalimat yang mengungkapkan makna, …