Review Lenovo ThinkPad T420

Dalam waktu dekat, Lenovo Indonesia akan meluncurkan ThinkPad 420, T-520 dan T420s yang semuanya sudah menggunakan prosesor Sandy Bridge. Saya berhasil membujuk Lenovo Indonesia untuk meminjamkan unit demo ThinkPad T420 mereka kepada saya. Sebagai informasi, seri T420 ini akan menggantikan ThinkPad seri T410.

[tab: Konsep & Desain] Seperti T Series pendahulunya, ThinkPad T420 ini tahan banting. Anda dipersilakan menginjaknya dan memperlakukannya dengan kasar, jika tega.Kekokohan T420 didukung oleh roll cage yang ada di bawah keyboard dan dibelakang layar. Uji-coba di laboratorium mereka memperlihatkan bahwa notebook ini bisa dijatuhkan dari ketinggian beberapa meter dalam keadaan hidup, dan notebook masih bisa bekerja normal berkat pelindung hard disknya yang aktif. Fitur ini penting bagi pemakai korporat, yang kadang “hobi” melempar tas ke dalam bagasi mobil jika sedang buru-buru. Dengan adanya roll cage ini, notebook menjadi lebih tahan banting.
Intel Turbo Boost Technology Monitor menunjukkan bahwa T420 yang saya pinjam ini digerakkan oleh processor Core i5 yang memiliki kecepatan 2,60 GHz. Tentu saja prosesor yang dipakai adalah keluarga Sandy Bridge. Berbeda dari prototype ini, chipset yang dipakai pada unit-unit yang nanti akan dilempar ke pasar sudah dipastikan adalah chipset yang bebas dari masalah pengontrol SATA.
Di samping itu, Turbo Boost dari Lenovo akan memaksimalkan daya prosesor ketika diperlukan oleh aplikasi yang berat, seperti ketika kita menyunting foto. Sebaliknya, ketika kita menonton video, kita tidak memerlukan daya pemrosesan yang besar, dan tool ini akan menyesuaikan kecepatan prosesor. Ini akan menghemat pemakaian baterai serta mengurangi panas yang dihasilkannya..

Saya mendapat kejutan ketika mengangkat notebook ini dan memutarnya 90 derajat. Tampilan layar tiba-tiba berubah menjadi vertikal. Rupanya T420 sudah dilengkapi accelerometer yang lebih umum ditemukan di smartphone atau tablet. Sayang, dimensi jendela aplikasi tidak berubah sesuai ukuran layar bila diputar dari landscape menjadi portrait. Akibatnya ada bagian tampilan yang tidak terlihat di layar. Tidak ada reorientasi tampilan sewaktu kita memutar notebook ini 180 derajat dengan keyboard berada di atas.
Dibandingkan ThinkPad T410, T420 sedikit lebih tipis dan lebih ringan. Ada dua mikrofon dengan fitur noise-cancelling. Mikrofon ini dinamakan dual array dan kita bisa mengaktifkan keduanya atau hanya satu saja. Bila yang dihidupkan hanya satu, mikrofon ini menjadi terarah dan cocok untuk pembicaraan antara dua orang. Kalau ingin melakukan conference call dengan pembicara lebih dari satu, kita harus menghidupkan kedua mikrofon. Untuk conference call, webcam yang terpasang di notebook ini sudah cukup handal karena telah mendukung resolusi High Definition 720p.
Panas adalah masalah yang sering ditemui pada notebook, terutama notebook-notebook dengan daya pemrosesan yang besar. Pada ThinkPad T420, saya tidak merasakan panas yang keluar dari dalam notebook, padahal suara kipasnya hampir-hampir tidak terdengar.

[tab: Kinerja] Untuk subsistem grafiknya, Lenovo memilih NVIDIA Optimus dengan RAM 1 GB. Chipset grafis ini lebih dari memadai untuk keperluan gaming, jadi walaupun diposisikan sebagai komputer bisnis, T420 juga dapat digunakan sebagai pusat hiburan Anda. Untuk koneksi layar, Anda akan menemukan Display Port di samping port VGA Out standar. Kombinasi ini memungkinkan kita bekerja dengan empat layar sekaligus, satu internal dan tiga eksternal. Hanya saja, untuk menghubungkan notebook ini ke tiga monitor external dibutuhkan docking station yang dijual terpisah. Para pialang pasar modal pasti sangat menyukai fitur ini.
Kecerahan layarnya sendiri tidak berbeda dari layar ThinkPad-ThinkPad T Series sebelumnya. Tidak terang menyilaukan tetapi kali ini saya merasa warna-warnanya lebih hidup. Mungkin karena kontrasnya lebih baik. Namun, sesuai dengan tren saat ini, T420 sudah menggunakan layar dengan backlightLED. Ada dua jenis pilihan resolusi layar, yaitu 1366×768 pixel atau 1600x 900 pixel. Jika kurang, Anda bisa memilih T520 yang memiliki pilihan resolusi Full HD, 1920×1080 pixel.
Kalau punya rencana akan bekerja untuk waktu yang lama di tempat yang tidak ada listrik, kita bisa mengganti baterai internal 6 sel yang standar dengan baterai internal 9 sel. Secara fisik, baterai ini lebih besar sehingga sedikit menonjol di bagian belakang notebook. Kita bisa juga mengeluarkan DVD drivenya dan memasukkan baterai ke dalam slot ultra-bay. Lalu ada juga baterai lempeng (slice) yang ditempatkan di bawah notebook. Bila daya di baterai 6 atau 9 sel sudah terkuras barulah notebook ini akan menggunakan daya dari baterai lempeng ini. Dengan baterai lempeng, notebook ini bisa dipakai sampai 24 jam secara non-stop tanpa mengharuskan kita menancapkan chargernya ke listrik. Ada dua tipe adaptor. Adaptor standar yang 60 watt dan 90 watt yang dapat mengisi baterai dengan lebih cepat.
Ada beberapa inovasi yang sudah diimplementasikan di model-model terdahulu. Misalnya tombol Escape dan Delete yang lebih besar dari yang lain. Alasannya adalah bahwa kedua tombol ini, sebagaimana ditemukan Lenovo, adalah yang paling sering ditekan.
Touchpad cukup besar, diberi permukaan yang bertekstur dan sudah multi-touch. Ada tiga tombol di atas dan dua dibawah touchpad ini. Yang di tengah-tengah di atas berfungsi untuk scrolling.
T420 dapat menggunakan docking station yang sama dengan T-series sebelumnya. Jadi, kalau sudah ada, kita tidak perlu lagi membeli yang baru.
Walaupun ada empat port USB, ThinkPad T420 belum dilengkapi USB 3.0. Semuanya USB 2.0. Di bagian belakang ada USB dengan power yang bisa digunakan untuk me-recharge baterai peralatan mobile tanpa kita harus menghidupkan notebook. Berbeda dari port yang lain, port yang satu ini berwarna kuning. Omong-omong, USB 3.0 akan ada pada ThinkPad T420s, model yang benar-benar ringan dan tipis yang konon kabarnya akan menggantikan ThinkPad X301.
Ada yang menarik pada konektivitas. Selain Wi-Fi, Bluetooth dan Infra merah, kita juga bisa memesan unit yang sudah dilengkapi 3G Chip dari Qualcomm, bahkan mungkin juga WiMAX bila sertifikasi dari pemerintah sudah diterbitkan. Tentu saja unit dengan konfigurasi khusus harus dibeli dalam jumlah besar.
Perlengkapan yang lain adalah standar, termasuk pembaca kartu memory dan Express Card, speaker di samping kiri dan kanan keyboard. Suaranya lumayan, walaupun tidak sebagus suara speaker notebook multimedia.

Proteksi dan Pengamanan
Di sisi pengamanan, ada fitur-fitur standar seperti TPM, VPro, fingerprint scanner dan banyak lagi. Seperti ThinkPad sebelumnya, fingerprint scanner bisa diset untuk sekaligus berfungsi sebagai tombol On. Kalau kita pesan, hard disk dengan enkripsi penuh yang harganya lebih dari dua kali.

Menyempurnakan kenyamanan
Lenovo melakukan modifikasi pada piranti lunak yang membuatnya lebih nyaman. Control Panel dibuat semakin mudah. Versi Starter dari Microsoft Office 2010 juga sudah ada. Kalau Anda tidak mau membeli versi utuhnya, Anda bisa terus menggunakan versi starter ini, tetapi tidak ada Powerpoint dan Anda diharapkan bisa mentolerir iklan-iklan yang didownload ke notebook ini.
Lenovo juga sudah mengoptimalisasikan Windows 7 untuk ThinkPad T420 dengan Lenovo Enhanced Experience. Hasilnya adalah waktu boot up dan shut down yang lebih pendek. Lenovo berani bertaruh bahwa waktu boot up dan shut down ThinkPad yang satu ini adalah yang tercepat saat ini.

[tab: Kesimpulan]

Kesimpulan
Lenovo masih tetap mempertahankan kualitas T-Series yang legendaris itu. Semua fitur andalan ThinkPad tetap ada, termasuk tambahan baterai Slice.
Perusahaan-perusahaan yang membeli ThinkPad T-Series dalam volume besar bisa memesan konfigurasi khusus, seperti SSD alih-alih hard disk, layar dengan resolusi lebih tinggi alih-alih yang standar, hard disk yang berukuran lebih besar, dan sebagainya.
ThinkPad T Series yang baru ini akan datang dalam tiga konfigurasi, yaitu T 420 dan T 420s dengan layar 14 inci dan T 520 yang memiliki layar 15,6 inci. Versi manapun yang kita pilih, bisa dipastikan bahwa kita tetap akan mendapatkan notebook yang akan membuat kita nyaman bekerja untuk waktu yang lama.

Yang Plus:
+ Performa cepat
+ Kipas nyaris tak terdengar
+ Nyaris tidak ada panas
+ Konstruksi tahan banting
+ Desain tipis dan relatif ringan
+ Keyboard nyaman
+ Banyak pilihan fitur pengamanan

Yang Minus:
– Hampir tidak ada perubahan desain dibanding versi terdahulu
– Desain khas pebisnis, terkesan kaku dan monoton
– Harga (biasanya) cukup tinggi
– Fungsi accelerometer hanya pelengkap

Untuk harga sendiri, mengingat Lenovo ThinkPad T420 belum dipasarkan secara resmi, infonya akan kami update di sini.

Check Also

How To, Tutorial

Bagaimana Cara Konfigurasi Nginx Reverse Proxy?

Cara Konfigurasi Nginx Reverse Proxy Reverse Proxy pada sistem operasi Linux bertindak sebagai penghubung antara …