Pemkab Blitar Dorong Perekonomian Masyarakat Desa melalui Program OVOP

PEMKAB BLITAR – Bupati Blitar Rini Syarifah didampingi Sekda , Asisten I, Asisten III, Ketua Dekranasda dan Kepala OPD melakukan sambang Desa di Desa Jiwut dan Desa Kedawung Kecamatan Ngleggok, Kamis (10/3/2022).

Sambang Desa merupakan salah satu program guna mendorong roda perekonomian di tingkat Desa. Sehingga, produk UMKM yang ada di Desa dapat berkembang dan dikomsumsi oleh masyarakat secara luas.

Desa Jiwut memiliki potensi yaitu wisata edukasi lebah madu kelanceng yang menyediakan mulai dari madu kelanceng, bibit kelanceng, peternak lebah kelanceng, menjual bunga untuk menarik lebah dan makanan kelanceng. Tak hanya itu, Desa Jiwut juga memiliki potensi lainnya seperti batik, olahan kripik, kerajinan, jamur, sambel pecel dan tahu sutra.

Dalam kegiatan sambang Desa masyarakat Desa Jiwut mengeluhkan terkait dengan pemasaran produk, penambahan alat produksi dan bimbingan teknis ternak madu. Dengan adanya permasalahan tersebut, Mak Rini bersama dengan OPD terkait membantu masyarakat menyelesaikan permasalahan untuk pengembangan usaha.

“Nantinya, permasalahan yang ada di Desa akan langsung ditangani dengan OPD, sedangkan permasalahan terkait dengan pemasaran akan dibantuk dengan Dinkop dan bimbingan teknis madu akan didampingi oleh Dinas Peternakan,”ujarnya.

Sedangkan permasalahan terkait dengan permodalan nantinya akan dibantu oleh perbankan sesuai dengan prosedur yang ada. Mak Rini meminta agar produk UMKM yang belum memiliki izin usaha agar segera mengurus.

Sebab, jika produk memiliki izin usaha lengkap akan mudah untuk dipasarkan dan masuk ke pasar modern. Kegiatan sambang Desa didukung oleh DPMPTS guna mempermudah perijinan usaha melalui OSS, Bank Jatim mempermudah masyarakat untuk melakukan transaksi setor tunai dan pembayaran pajak, serta Dispendukcapil mempermudah masyarakat melalui program Si Jaran Ijo.

Sedangkan Desa Kedawung memiliki potensi gula merah, kopi, batik, olahan kripik, kerajinan wayang dan hampers. Mak Rini terus mendorong para pelaku UMKM untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas produk.

“Bagi masyarakat yang belum mengurus perizinan segera mengurus dan terus meningkatkan kualitas produk serta memperbaiki kemasan sehingga memiliki nilai jual dan dapat menarik konsumen,”ujarnya. Mak Rini berharap melalui program OVOP roda perekonomian di tingkat Desa dapat meningkat dengan baik.

Sementara itu, Asisten I Tuti Komariyati menambahkan agar para pelaku usaha lebih memperhatikan lagi terkait dengan komposisi dan kandungan gizi. Sebab, dalam menjalankan usaha harus memperhatikan kualitas produk, kuantitas produk, sarana dan prasana serta SDM.

“Jadi, kalau semua komposisi produk dan kandungan gizi yang jelas serta perizinan sudah lengkap maka produk akan mudah dipasarkan. Nantinya, kita bersama memajukan visi misi Desa Jiwut menjadi Kampung Sedot Kelanceng,”tambahnya.

Check Also

Menggali Lebih Dalam tentang Dogmatis: Apa Itu dan Bagaimana Ini Memengaruhi Pikiran Manusia?

Dogmatis adalah istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan sikap atau keyakinan yang keras kepala dan …