Tekan Angka Pernikahan Dini, DPPKBP3A Menyelenggarakan Temu Anak dan Dialog Anak dengan Bupati Blitar

PEMKAB BLITAR – Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) melaksanakan kegiatan Temu Anak dan Dialog Anak dengan Bupati Blitar pada Rabu (31/5). Kegiatan dengan tema Menggali Perspektif dan Mengatasi Tantangan Pernikahan dini yang dilaksanakan di Pendopo Ronggo Hadi Negoro ini dibuka oleh Sekda Kabupaten Blitar, Izul Marom.

Dalam kegiatan ini turut hadir sebagai undangan Asisten dan Staf Ahli, Kementerian Agama Kabupaten Blitar, Dinas Pendidikan, Dinas Kominfo dan beberapa OPD lainnya. Kegiatan ini dilaksanakan secara langsung dan virtual yang diikuti oleh Forum Anak dari SMP dan SMA se-Kabupaten Blitar. Narasumber kegiatan ini berasal dari Yayasan Plato Foundation Surabaya.

Pada kesempatan ini Izul Marom menyampaikan bahwa untuk membentuk bangsa yang luhur dan berdikari dibutuhkan generasi penerus yang berdaya, mumpuni, sehat dan cerdas. Oleh sebab itu, hak-hak anak sesuai Peraturan Daerah No. 3 Tahun 2020 oleh Pemerintah Kabupaten Blitar yang berkaitan dengan aspek kelangsungan hidup, tumbuh kembang, perlindungan dan partisipasi anak dalam pembangunan harus terpenuhi.

“Kegiatan Temu Anak dan Dialog Anak ini merupakan wahana strategis untuk mempercepat pengembangan Kabupaten Layak Anak (KLA) di Kabupaten Blitar. Selain itu juga dapat meningkatkan kapasitas dan penguatan Forum Anak Kabupaten Blitar dalam rangka mengoptimalkan peran anak dalam pembangunan. Penting rasanya jika kita juga turut mendengarkan pendapat para anak,” sambungnya.

Izul mengusulkan ke depannya pada kegiatan Musrenbang ditingkat Kabupaten, Kecamatan maupun Desa/Kelurahan untuk lebih menekankan kehadiran perwakilan Anak. Harapannya agar anak berani mengemukakan pendapat dalam forum orang dewasa, sehingga nantinya mulai dari tingkat Desa/Kelurahan sampai Kabupaten akan secara serempak dalam memenuhi kebutuhan anak di masing-masing wilayah.

Disamping itu, Bupati Blitar Rini Syarifah melalui Izul menitipkan pesan agar anak-anak di Kabupaten Blitar maju paling depan sebagai agent of change pada perkembangan zaman. Mak Rini meminta anak-anak menggunakan kemajuan teknologi informasi untuk hal-hal yang bersifat positif, berkomitmen untuk melawan narkoba serta ikut serta dalam menurunkan angka stunting dan buta aksara.

Check Also

Menggali Lebih Dalam tentang Dogmatis: Apa Itu dan Bagaimana Ini Memengaruhi Pikiran Manusia?

Dogmatis adalah istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan sikap atau keyakinan yang keras kepala dan …