Tag Archives: Bahasa Indonesia

Cara Menulis Pantun dan Contohnya

(Cara Menulis Pantun dan Contohnya) – Pantun adalah salah satu contoh bentuk puisi lama. Pantun memiliki beberapa ciri khusus, yaitu: bersajak a b a b, satu bait terdiri dari empat baris, baris pertama dan kedua sebagai sampiran, baris ketiga dan keempat merupakan isi pantun. jenis pantun bermacam-macam, antara lain: pantun anak-anak dan pantun jenaka.
Contoh pantun adalah:

  • Berakit-rakit ke hulu
  • Berenang-renang ke tepian
  • Bersakit-sakit dahulu
  • Bersenang-senang kemudian

Menulis pantun merupakan suatu kegiatan yang termasuk dalam kategori seni dan dapat menciptakan suasana humoris.

Pengertian Kalimat Majemuk dan contoh Kalimat Majemuk

(Pengertian Kalimat Majemuk dan contoh Kalimat Majemuk) – Kalimat majemuk adalah suatu kalimat yang terdiri dari dua klausa atau lebih yang saling berhubungan. Ada 2 kalimat majemuk yaitu:
a. Kalimat majemuk setara
Kalimat majemuk setara merupakan jenis kalimat majemuk koordinasi penggabungannya mempunyai kedudukan yang sama. Kata penghubung yang digunakan: dan, lalu, kemudian, tetapi, atau, bahkan.

b. Kalimat majemuk bertingkat
Kalimat majemuk bertingkat merupakan jenis kalimat majemuk yang unsur-unsurnya tidak sederajat. Salah satu unsurnya berfungsi sebagai induk kalimat, sedangkan unsur yang lain sebagai anak kalimat. Kata penghubung yang digunakan, antara lain, sejak, ketika, saat, meskipun, jika, supaya, agar. Apabila anak kalimat yang di depan, maka penulisannya dipisahkan dengan menggunakan tanda koma. Misalnya:

  • Lisa dan Tia meminjam buku di perpustakaan.
  • Para petani berangkat ke sawah sebelum matahari terbit.
  • Ketika pulang sekolah, saya kehujanan
  • Setelah selesai belajar, mereka bermain di halaman

Terimakasih anda sudah membaca “Pengertian Kalimat Majemuk dan Contoh Kalimat Majemuk” semoga bisa bermanfaat.

Pengertian Puisi dan Contoh Puisi

(Pengertian Puisi dan Contoh Puisi) – Puisi merupakan karangan terikat, yaitu karangan yang terikat pada bait, baris, suku kata, rima dan irama. Untuk dapat menemukan amanat/makna yang diharapkan dari puisi kita harus memahami makna setiap kata yang tertulis dalam puisi tersebut.

Contoh Puisi:
Saat malam tiba
Kau datang dari balik mega
Kau terangi dunia
Dengan cahyamu yang indah
Oh, Tuhan
Aku bersyukur kepada-Mu
Kau telah hadirkan sang Dewi Malam
Untuk menerangi dunia

Kita dapat menemukan makna yang terdapat dalam puisi tersebut diatas adalah:
Kita sebagai umat manusia harus bersyukur kepada Tuhan, karena telah menciptakan alam semesta yang begitu indah dan bulan yang menerangi dunia pada malam hari.

Cara menentukan isi dari suatu bacaan melalui membaca intensif

(Cara menentukan isi dari suatu bacaan melalui membaca intensif) – Menentukan isi bacaan sama juga dengan menentukan makna tersirat dalam suatu bacaan, makna tersirat disebut juga makna yang tersembunyi/tersimpul atau makna yang terkandung dalam bacaan.

Agar dapat menentukan isi suatu bacaan atau makna yang tersirat dalam bacaan maka kita harus melakukan hal hal sebagai berikut:

  • Membaca teks dari awal sampai selesai secara seksama
  • Menulis hal-hal penting dari setiap paragraf awal sampai akhir.
  • Memahami isi bacaan/makna yang tersirat dalam teks, sehingga mampu menjawab pertanyaan apa, siapa, bagaimana, di mana, kapan, mengapa, dan mampu menyimpulkan isi bacaan.

Pengertian Majas (Gaya Bahasa) dan Macam-macamnya

(Pengertian Majas (Gaya Bahasa) dan Macam-macamnya) – Majas adalah kiasan bahasa atau gaya bahasa untuk menggambarkan sesuatu dengan cara membandingkan, mempertentangkan, mempertautkan, atau mengulangi katanya.

Secara garis besar, majas-majas tersebut terbagi ke dalam majas perbandingan, pertentangan, pertautan, dan perulangan.

Berikut ini merupakan ke 56 maca-macam majas:
1.Klimaks
Adalah semacam gaya bahasa yang menyatakan beberapa hal yang dituntut semakin lamasemakin meningkat. Contoh: Kesengsaraan membuahkan kesabaran, kesabaran pengalaman, dan pengalamanharapan.

2.Antiklimaks
Adalah gaya bahasa yang menyatakan beberapa hal berurutan semakin lma semakinmenurun. Contoh: Ketua pengadilan negeri itu adalah orang yang kaya, pendiam, dan tidak terkenalnamanya.

3.Paralelisme
Adalah gaya bahasa penegasan yang berupa pengulangan kata pada baris atau kalimat.Contoh : Jika kamu minta, aku akan datang.

Perbedaan Sastra baru dan Sastra Lama

(Perbedaan Sastra baru dan Sastra Lama) – Sastra lama adalah sastra yang berbentu lisan atau sastra melayu yang tercipta dari suatu ujaran atau ucapan. Sastra lama masuk ke indonesia bersamaan dengan masuknya agama islam pada abad ke-13. Peninggalan sastra lama terlihat pada dua bait syair pada batu nisan seorang muslim di Minye Tujuh, Aceh.

Ciri dari sastra lama yaitu :

  • Anonim atau tidak ada nama pengarangnya
  • Istanasentris (terikat pada kehidupan istana kerajaan)
  • Tema karangan bersifat fantastis
  • Karangan berbentuk tradisional
  • Proses perkembangannya statis
  • bahasa klise

Contoh sastra lama : fabel, sage, mantra, gurindam, pantun, syair, dan lain-lain.

Sedangkan sastra baru adalah karya sastra yang telah dipengaruhi oleh karya sastra asing sehingga sudah tidak asli lagi.

Ciri dari sastra baru yakni :

  • Pengarang dikenal oleh masyarakat luas
  • Bahasanya tidak klise
  • Proses perkembangan dinamis
  • tema karangan bersifat rasional
  • bersifat modern / tidak tradisional
  • masyarakat sentris (berkutat pada masalah kemasyarakatan)

Contoh sastra baru : novel, biografi, cerpen, drama, soneta, dan lain sebagainya.

Pengertian Paragraf dan bagian-bagiannya

(Pengertian Paragraf dan bagian-bagiannya) – Paragraf adalah suatu bagian dari bab pada sebuah karangan atau karya ilmiah yang mana cara penulisannya harus dimulai dengan baris baru. Paragraf dikenal juga dengan nama lain alinea. Paragraf dibuat dengan membuat kata pertama pada baris pertama masuk ke dalam (geser ke sebelah kanan) beberapa ketukan atau spasi. Demikian pula dengan paragraf berikutnya mengikuti penyajian seperti paragraf pertama.

Syarat sebuah paragraf
Di setiap paragraf harus memuat dua bagian penting, yakni :

  • Kalimat Pokok. Biasanya diletakkan pada awal paragraf, tetapi bisa juga diletakkan pada bagian tengah maupun akhir paragraf. Kalimat pokok adalah kalimat yang inti dari ide atau gagasan dari sebuah paragraf. Biasanya berisi suatu pernyataan yang nantinya akan dijelaskan lebih lanjut oleh kalimat lainnya dalam bentuk kalimat penjelas.
  • Kalimat Penjelas. Kalimat penjelas adalah kalimat yang memberikan penjelasan tambahan atau detail rincian dari kalimat pokok suatu paragraf.

Bagian-Bagian Suatu Paragraf yang Baik

  • Terdapat ide atau gagasan yang menarik dan diperlukan untuk merangkai keseluruhan tulisan.
  • Kalimat yang satu dengan yang lain saling berkaitan dan berhubungan dengan wajar.

Ciri-ciri paragraf yang baik:

  • Memiliki sekurang-kurangnya satu gagasan utama.
  • Terdiri dari gagasan utama dan gagasan penjelas.
  • Minimal 5 kalimat.
  • Penggunaan bahasa dapat dipahami.
  • Kalimat antar kalimat memiliki hubungan erat dengan gagasan utama.
  • Penulisannya menjorok ke dalam.

Berapa jumlah kalimat dalam satu paragraf?
Setiap paragraf hanya memiliki 1 kalimat utama, kecuali untuk kalimat deduktif-induktif memiliki 2 kalimat utama.

Contoh-Contoh Paragraf Deskripsi:
Hutan-hutan tropis mulai meranggas. Gurun makin luas. Akibatnya suhu bumi meningkat, cuaca tidak menentu, dan bencana alam makin sering datang. Kesimpulannya, bumi makin kritis.

Cara menentukan isi laporan

(Cara menentukan isi laporan) – Laporan merupakan suatu bentuk penyampaian berita, keterangan, pemberitahuan ataupun pertanggung jawaban, baik secara lisan atau tertulis. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat membuat laporan, antara lain:

  • Laporan pengamatan terdiri dari judul laporan, waktu, tempat, tujuan dan isi
  • Isi laporan harus sesuai dengan fakta yang ada, tidak boleh direkayasa
  • Bahasa yang digunakan adalah bahasa indonesia resmi/baku
  • Gunakan kalimat efektif agar jelas dan mudah dipahami orang lain
  • Format laporan bisa ditambah sesuai kebutuhan

Berikut ini adalah contoh pembuatan laporan:
Judul: Jenis pekerjaan
Waktu pengamatan: Minggu, 1 Januari 2011
Tempat pengamatan: Bengkel “Taruna Jaya”
Isi laporan:
Bengkel “Taruna Jaya” didirikan oleh Bapak Samsul. Bengkel ini biasanya buka setiap hari, pukul 08:00 – 17:00. Hari minggu bengkel tutup.
Ada 10 karyawan yang bekerja di bengkel ini. mereka sangat terampil, cekatan dan ramah dalam melayani para pelanggan yang datang untuk menyerviskan kendaraan mobil maupun sepeda motor. peralatan di bengkel ini pun sangat lengkap dan modern. Tak heran bila bengkel ini sangat banyak pelanggannya.

Pengertian Gaya Bahasa atau Majas dalam Bahasa Indonesia

(Pengertian Gaya Bahasa atau Majas dalam Bahasa Indonesia) – Majas adalah gaya bahasa dalam bentuk tulisan maupun lisan yang dipakai dalam suatu karangan yang bertujuan untuk mewakili perasaan dan pikiran dari pengarang. Majas dibagi menjadi beberapa macam, yakni majas perulangan, pertentangan, perbandingan dan pertautan. Dalam artikel ini hanya dijelaskan perbandingan dan pertentangan.

Gaya bahasa perbandingan
Majas Metafora
Majas metafora adalah gabungan dua hal yang berbeda membentuk suatu pengertian yang baru. Contoh : raja siang, kambing hitam, dll.

Majas Alegori
Majas alegori adalah cerita yang digunakan sebagai lambang yang digunakan untuk pendidikan. Contoh : anjing dan kucing, kelinci dan kura-kura, dsb

Majas Personifikasi
Majas personifikasi adalah gaya bahasa yang membuat banda mati seolah-olah hidup memiliki sifat-sifat manusia. Contoh :
– Kereta api tua itu meraung-raung di tengah kesunyian malam jumat pahing.
– awan menari-nari di angkasa

Majas Perumpamaan
Majas perumpamaan adalah suatu perbandingan dua hal yang berbeda, namun dinyatakan sama. Contoh :
– Bagaikan harimau pulang kelaparan
– Seperti manyulam di kain lapuk

Majas Antilesis
Majas antilesis adalah gaya bahasa yang membandingkan dua hal yang berlawanan. Contoh :
– Semua kebaikan ayahnya dibalas dengan keburukan yang menyakitkan.

Gaya Bahasa Pertentangan
Majas Hiperbola
Majas hiperbola adalah suatu gaya bahasa yang bersifat melebih-lebihkan. Contoh :
– Ibu itu terkejut setengah mati ketika mendengar anaknya tidak lulus ujian nasional.

Majas Ironi
Majas ironi adalah gaa bahasa yang bersifat menindir dengan halus. Contoh :
– Pandai sekali kau baru datang ketika rapat mau selesai

Majas Litotes
Majas litotes adalah gaya bahasa yang mengungkapkan sesuatu yang baik menjadi bersifat negatif. Contoh :
– Mampirlah ke gubuk saya! (padahal rumahnya besar dan mewah)

Pengertian Paragraf atau Alinea disertai Contohnya

(Pengertian Paragraf atau Alinea disertai Contohnya) – Paragraf atau alinea terdiri terdiri dari serangkaian kalimat, antara kalimat yang satu dengan yang lain ada pertalian yang saling mendukung pada tema atau ide pokok.

Setiap paragraf memiliki satu ide pokok atau pikiran utama. Ide pokok dituangkan/dituliskan dalam bentuk kalimat utama. Kalimat utama dalam paragraf dapat terletak di awal atau di akhir paragraf.
a. Paragraf deduktif
Yaitu paragraf yang kalimat utamanya terletak di awal. Contoh:
Musim hujan telah tiba. Setiap hari hujan turun sangat deras. Suara petir menyambar-nyambar. Angin bertiup sangat kencang. Banyak pohon tumbang dan air sungai meluap-luap.

b. Paragraf induktif
Yaitu paragraf yang kalimat utamanya terletak di akhir paragraf. Contoh:
Dari jalan turun Andre mulai menyiapkan sepedanya. Andre ditemani ayahnya. Dengan hati-hati Andre mencoba menaiki sepedanya. Sepeda didorong oleh ayahnya, akhirnya dapat berjalan. Dengan mengatur keseimbangannya Andre mulai dapat menaiki speedany dan akhirnya Andre dapat belajar naik sepeda sendiri.