Tag Archives: IPA

Proses Terjadinya Gerhana Bulan

Gerhana Bulan adalah fenomena alam yang sering terlihat oleh mata kita adalah fenomena alam gerhana bulan. Peristiwa alam ini terjadi disebabkan karena pergerakan seluruh isi alam semesta pada garis edar atau orbitnya masing-masing.

Setelah pada postingan sebelumnya saya berbagi tentang seribu pernak pernik ponsel android, pada kesempatan kali ini saya akan mencoba memposting tentang proses terjadinya gerhana bulan, yang beberapa waktu lalu tepatnya tanggal 10 Desember 2011 fenomena alam ini kembali terjadi, dan kita yang berdada di wilayah Indonesia dan sekitarnya bisa melihat fenomena gerhana bulan ini.

Alam semesta ini terdiri dari milyaran objek benda-benda langit termasuk tempat yang kita diami yaitu bumi. Semua objek yang ada tidak pernah saling berbenturan antara satu dan yang lain, karena masing-masing objek tersebut beredar atau berputar mengelilingi orbitnya. Benda-benda langit tersebut seperti, bulan, bintang, dan planet-planet yang ada tidak pernah melenceng 1 centimeterpun di saat sedang mengelilingi orbitnya.

Bumi merupakan sebuah planet yang bergerak teratur mengelilingi sebuah bintang yang disebut matahari, Planet bumi juga mempunyai satu buah bulan. Meskipun ada beberapa planet seperti mars dan jupiter yang memliki lebih dari satu buah bulan. Sewaktu sedang dalam proses beredarnya ini lah ketiga benda langit yaitu bumi, bulan, dan matahari suatu waktu akan berada dalam posisi sejajar dan berada dalam satu garis lurus yang sama.

Sekilas Tentang badak Sumatera

Badak sumatera (Dicerorhinus sumatrensis) adalah masih termasuk salah satu spesies badak yang dimiliki Indonesia selain badak jawa (Rhinocerus sondaicus). Badak sumatera (Sumatran rhino) juga masih tergolong spesies badak terkecil di dunia merupakan satu dari 5 spesies badak yang masih mampu bertahan dari kepunahan selain badak jawa, badak india, badak hitam afrika, dan badak putih afrika.

Badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis) seperti saudara dekatnya, badak jawa, semakin langka dan terancam kepunahan. Diperkirakan populasi badak bercula dua ini tidak mencapai 200 ekor. Wajar jika IUCN Redlist kemudian memasukkan badak sumatera (Sumatran rhino) dalam daftar status konservasi critically endangered (kritis; CE).

Badak sumatera dalam bahasa Inggris disebut sebagai Sumatran rhino. Sering kali juga disebut sebagai hairy rhino lantaran memiliki rambut terbanyak ketimbang jenis badak lainnya. Badak Sumatera dalam bahasa latin disebur sebagai Dicerorhinus sumatrensis.

Badak Sumatera
Images: mongabay.co.id

Ini Dia Ciri Khusus Pada Cecak dan Tokek

(Ciri Khusus Pada Binatang Cecak dan Tokek) – Cecak dan tokek merupakan bukanlah hewan yang mampu terbang seperti halnya burung ataupun kelelawar.

Meskipun demikian, hewan tersebut seringkali memangsa beberapa jenis serangga yang dapat terbang. Lantas, bagaimana hewan ini memperoleh mangsa? Penasaran bagaimana cecak (cicak) dan tokek mendapatkan makanan untuk dicerna? simak penjelasannya berikut ini.

Tokek dan cecak ternyata memiliki ciri-ciri khusus yang disebut juga dengan outotomi, dimana ciri-ciri tersebut menjadikan hewan ini memiliki kelebihan tersendiri dibandingkan dengan hewan atau binatang yang lain. Outotomi adalah sebuah mekanisme pertahanan tubuh untuk mampu bertahan hidup dengan cara melepaskan bagian anggota tubuh (ekornya).

Disamping itu, ciri-ciri khusus yang lain pada hewan ini adalah pada tungkai kaki belakang tokek dan cecak memiliki sulur dan alur yang tersusun secara paralel, sehingga lebih mudah untuk merayap pada langit-langit dan dinding-dinding rumah tanpa terjatuh.

Oleh sebab itulah cecak dan tokek mampu mendapatkan mangsa seperti nyamuk dan serangga lain yang biasa terbang dan mendekati dinding maupun dilangit-langit rumah.

Uniknya Kelelawar Mencari Makanan

Kelelawar merupakan salah satu hewan yang biasa mencari makan dimalam hari. Di negara barat, hewan ini identik dikaitkan dengan vampir / drakula.

Beberapa kelelawar diketahui memakan madu, ikan, mamalia kecil, reptil dan buah-buahan. Meskipun hewan ini biasa mencari makanan pada malam hari, ia tidak pernah mengalami kesulitan untuk berterbangan maupun memperoleh makanan. Hal ini dikarenakan kelelawar memiliki sistem deteksi pada tubuhnya.

Ketika terbang, kelelawar memancarkan bunyi dengan frekuensi tinggi melalui mulutnya. Bunyi inilah yang nantinya dipantulkan kembali oleh benda-benda seperti cabang/ranting pohon, serangga dan benda-benda lain yang ada disekitar kelelawar.

bunyi-bunyi yang dipantulkan oleh benda-benda disekitarnya tersebut ditangkap kembali lagi oleh kelelawar untuk membantu mendeteksi jarak makanan maupun mendeteksi rintangan jalan ketika terbang dan kemampuan ini juga disebut dengan ekolokasi.

Ini dia si tumbuhan pemangsa serangga

Tumbuhan pemangsa serangga? mungkin sudah tidak sedikit orang yang mengetahui hal ini terutama para pelajar. Namun, sebagian orang tentu juga ada yang masih belum mengetahui tumbuhan ini.

Tumbuhan pemakan serangga pada umumnya hidup didaerah yang tak banyak memiliki kandungan nitrogen. Sehingga, untuk mampu bertahan hidup tumbuhan-tumbuhan ini harus mendapatkan tambahan asupan nitrogen yang diperoleh dari serangga.

Setidaknya ada beberapa jenis tumbuhan pemangsa serangga diantaranya adalah tumbuhan embun matahari, venus flytrap dan tumbuhan kantong semar. Dimana jenis tumbuhan pemangsa serangga yang paling banyak dikenal adalah tumbuhan venus flytrap dan kantong semar.

Cara mendapatkan serangga sebagai mangsanya, tumbuhan ini selalu mengelabui dan menjebak mangsanya untuk mampir / hinggap diaera jebakan yang dibuat oleh tumbuhan pemangsa serangga.

Seperti halnya yang dilakukan oleh tumbuhan kantong semar yang menjebak serangga dengan cara mengeluarkan zat nektar, dimana zat ini merupakan suatu cairan yang dapat menarik perhatian serangga. Bagi serangga yang terkena jebakan / perangkap tumbuhan kantong semar ini akan tergelincir ke dalam daun yang berbentuk seperti guci.

Dalam daun tersebut terdapat cairan yang berfungsi untuk mengolah / mencerna serangga dan mengubahnya menjadi nitrogen, jika sudah menjadi nitrogen dalam cairan tersebut, maka tumbuhan ini segera menyerap kandungan netrogen hasil dari pencernaan serangga tersebut.

Berbeda dengan kantong semar, daun tumbuhan venus flytrap mampu mengatup dengan cepat, sehingga untuk menangkap dan memangsa serangga tumbuhan ini harus membuka lebar-lebar daunnya dan jika terdapat serangga yang hinggap diatas daun venus flytrap maka secara cepat daun tumbuhan ini akan menutup dan mencerna serangga tersebut.

Berikut ini adalah cara Eratosthenes mengukur keliling bumi

Eratosthenes merupakan salah satu cendekiawan Yunani yang hidup di Alexandria, sebuah kota di Mesir. Dari pengamatan sederhana yang dilakukan, ia mampu mengukur ukuran seluruh planet. Eratosthenes tahu bahwa jarak luar biasa antara matahari bumi, sinarnya mencapai Alexandria dan Syene dalam berkas-berkas sinar sejajar yang berdampingan.
Jika bumi datar maka bayangan akan lenyap di seluruh dunia pada tanggal 21 Juni.
Namun, ia memperkirakan karena bumi melengkung, tembok-tembok dan tiang-tiang di Alexandria sekitar 800 km sebelah utara Syene menonjol dari permukaan bumi dengan sudut berbeda.

Jadi pada tengah hari pertama musim panas, Eratosthenes menghitung bayangan yang ditimbulkan oleh tiang-tiang batu di luar museum. Karena ia tahu ketinggian tiang-tiang batu itu, ia dapat membayangkan garis dari puncak tiang-tiang batu itu ke ujung bayangan, membuat segitiga yang dapat dihitung.

Setelah menggambar segitiga itu, Eratosthenes memakai rumus geometri sederhana untuk membuktikan puncak kemiringan tiang-tiang batu itu memiliki kemiringan dari Matahari sedikit di atas 70. Karena tidak ada bayangan pada tengah hari di Syene di hari pertama musim panas, sudut di Syene 00, atau tidak ada sudut sama sekali. Hal ini berarti Alexandria berjarak 70 lebih sedikit dari Syene sepanjang keliling bumi.

Semua lingkaran memiliki 3600, dan keliling bumi bukan perkecualian. Sudut 70 antara dua kota itu sekitar 1/50 lingkaran. Jadi Eratosthenes mengalikan jarak antara Syene dan Alexandria sekitar 800 km dengan angka 50, mendapatkan angka 40.000 untuk jarak keliling bumi. Para astronom modern menghitung keliling bumi tepatnya 40.061 km.

Listrik: Sifat Serta Macam Bahan Penghantar dan Isolator

Yang termasuk bahan-bahan penghantar adalah bahan yang memiliki banyak elektron bebas pada kulit terluar orbit. Elektron bebas ini akan sangat berpengaruh pada sifat bahan tersebut. Jika suatu bahan listrik memiliki banyak elektron bebas pada orbit-orbit elektron, bahan ini memiliki sifat sebagai penghantar listrik.

Bahan penghantar memiliki sifat-sifat penting, yaitu:
a. Daya Hantar Listrik
Arus yang mengalir dalam suatu penghantar selalu mengalami hambatan dari penghantar itu sendiri. Besar hambatan tersebut tergantung dari bahannya. Besar hambatan tiap meternya dengan luas penampang 1mm2 pada temperatur 200C dinamakan hambatan jenis.

b. Koefisien Temperatur Hambatan
Telah kita ketahui bahwa dalam suaut bahan akan mengalami perubahan volume bila terjadi perubahan temperatur. Bahan akan memuai jika temperatur suhu naik dan akan menyusut jika temperatur suhu turun.

c. Daya Hantar Panas
Daya hantar panas menunjukkan jumlah panas yang melalui lapisan bahan satuan waktu. Diperhitungkan dalam satuan KKa/Jam 0C. terutama diperhitungkan dalam pemakaian mesin listrik beserta perlengkapannya. Pada umumnya logam mempunyai daya hantar panas yang tinggi.

d. Daya Tegangan Tarik
Sifat mekanis bahan sangat penting, terutama untuk hantaran diatas tanah. Oleh sebab itu, bahan yang dipakai untuk keperluan tersebut harus ketahui kekuatannya. Terutama menyangkut penggunaan dalam pedistribusian tegangan tinggi.

e. Timbulnya daya Elektron-motoris Termo
Sifat ini sangat penting sekali terhadap dua titik kontak yang terbuat dari dua bahan logam yang berlainan jenis, karena dalam suatu rangkaian, arus akan menimbulkan daya elektro-motoris termo tersendiri bila terjadi perubahan temperatur suhu.

Daya elektro-motoris termo dapat terjadi lebih tinggi, sehingga dalam pengaturan arus dan tegangan dapat menyimpang meskipun sangat kecil. Besarnya perbedaan tegangan yang dibangkitkan tergantung pada sifat-sifat kedua bahan yang digunakan dan sebanding dengan perbedaan temperaturnya. Daya elektro-motoris yang dibangkitkan oleh perbedaan temperatur disebut dengan daya elektro-motoris termo.
Dari sekian banyak logam yang digunakan dalam teknik listrik dan elektronika, antara lain ;alumunium, tembaga, seng, timah dan sebagainya.
Bahan padat lain yang dapat dipakai untuk peghantar adalah wolfram yang digunakan untuk filamen katoda pada tabung elektron, lampu-lampu pijar, dan alat pemanas dengan temperatur yang tinggi.

Dwilogam atau yang sering disebut dengan bimetal adalah dua jenis logam yang disambung menjadi satu. Pemakaian dalam bidang kelistrikan sangat luas, misal ; kontak pengatur, regulator. Digunakan untuk menjaga agar temperatur panas selalu konstan. Bimetal ini dipasang didalam pemanas dan fungsinya memutus rangkaian bila temperaturnya meningkat dan akan menyambung kembali rangkaian bila temperaturnya turun.

Penemuan Galaxsi Spiral Awal Alam Semesta

(Penemuan Galaxsi Spiral Awal Alam Semesta) – Ini merupakan temuan pertama kali para astronom menemukan galaksi spiral tatkala awal alam semesta terbentuk. Galaksi Spiral ini diperkirakan sudah terbentuk miliaran tahun sebelum banyak galaksi spiral lainnya terbentuk.

Pada temuan yang terbitkan dalam jurnal Nature (19/7), para astronom mengatakan bahwa mereka menemukan galaksi ini ketika menggunakan Hubble Space Telescope sewaktu melakukan pengawasan dari sekitar 300 galaksi yang berada sangat jauh di alam semesta awal dengan tujuan untuk mempelajari sifat mereka.

Galaksi spiral jauh tersebut mampu menarik perhatian astronom, hal ini dikarenakan galaksi ini terbentuk sekitar tiga miliar tahun setelah Big Bang. Sedangkan cahaya yang memancar dari bagian alam semesta awal tersebut sudah melakukan perjalanan ke Bumi sekitar 10,7 miliar tahun.

Galaksi alam semesta ini terlihat sangat aneh, yang mana galaksi ini tidak teratur dan juga tidak simetris, ungkap Alice Shapley, UCLA profesor fisika dan astronomi seorang penulis studi tersebut seperti diulas dari laman Sciencedaily (18/7).

Diketahui bahwa, galaksi di alam semesta saat ini terbagi dalam berbagai jenis, termasuk galaksi Bima Sakti yang berputar seperti disk (cakram) dari bintang-bintang serta gas dimana bintang-bintang baru tercipta, untuk galaksi elips (lonjong) yang lebih tua, pada umumnya terdiri dari bintang merah yang bergerak ke arah yang lebih acak.

Untuk Galaksi Spiral Awal Alam Semesta memiliki campuran struktur yang berbeda, dengan berbagai keragaman yang jauh lebih besar serta fraksi yang lebih besar dari galaksi tidak teratur.

Untuk mengamati Galaksi yang baru ditemukan ini para astronom menggunakan WM Keck Observatory yang terletak dipuncak gunung berapi tak aktif Mauna Kea Hawaii., Para astronom menamai galaksi spiral ini dengan Galaxy BX442.

Pengetahuan Tentang Energi Matahari dan Fungsinya

(Pengetahuan Tentang Energi Matahari dan Fungsinya) – Energi surya atau matahari telah dimanfaatkan di banyak belahan dunia dan jika dieksplotasi dengan tepat, energi ini berpotensi mampu menyediakan kebutuhan konsumsi energi dunia saat ini dalam waktu yang lebih lama. Matahari dapat digunakan secara langsung untuk memproduksi listrik atau untuk memanaskan bahkan untuk mendinginkan. Potensi masa depat energi surya hanya dibatasi oleh keinginan kita untuk menangkap kesempatan.Ada banyak cara untuk memanfaatkan energi dari matahari. Tumbuhan mengubah sinar matahari menjadi energi kimia dengan menggunakan fotosintesis. Kita memanfaatkan energi ini dengan memakan dan membakar kayu. Bagimanapun, istilah “tenaga surya” mempunyai arti mengubah sinar matahari secara langsung menjadi panas atau energi listrik untuk kegunaan kita. dua tipe dasar tenaga matahari adalah “sinar matahari” dan “photovoltaic” (photo- cahaya, voltaic=tegangan)Photovoltaic tenaga matahari: melibatkan pembangkit listrik dari cahaya. Rahasia dari proses ini adalah penggunaan bahan semi konduktor yang dapat disesuaikan untuk melepas elektron, pertikel bermuatan negative yang membentuk dasar listrik.

Bahan semi konduktor yang paling umum dipakai dalam sel photovoltaic adalah silikon, sebuah elemen yang umum ditemukan di pasir. Semua sel photovoltaic mempunyai paling tidak dua lapisan semi konduktor seperti itu, satu bermuatan positif dan satu bermuatan negatif. Ketika cahaya bersinar pada semi konduktor, lading listrik menyeberang sambungan diantara dua lapisan menyebabkan listrik mengalir, membangkitkan arus DC. Makin kuat cahaya, makin kuat aliran listrik.

Sistem photovoltaic tidak membutuhkan cahaya matahari yang terang untuk beroperasi. Sistem ini juga membangkitkan listrik di saat hari mendung, dengan energi keluar yang sebanding ke berat jenis awan. Berdasarkan pantulan sinar matahari dari awan, hari-hari mendung dapat menghasilkan angka energi yang lebih tinggi dibandingkan saat langit biru sedang yang benar-benar cerah.

Saat ini, sudah menjadi hal umum piranti kecil, seperti kalkulator, menggunakan solar sel yang sangat kecil. Photovoltaic juga digunakan untuk menyediakan listrik di wilayah yang tidak terdapat jaringan pembangkit tenaga listrik. Kami telah mengembangkan lemari pendingin, yang bernama Solar Chill yang dapat berfungsi dengan energi matahari. Setelah dites, lemari pendingin ini akan digunakan oleh organisasi kemanusiaan untuk membantu menyediakan vaksin di daerah tanpa listrik, dan oleh setiap orang yang tidak ingin bergantung dengan tenaga listrik untuk mendinginkan makanan mereka. Penggunaan sel photovoltaic sebagai desain utama oleh para arsitek semakin meningkat. Sebagai contoh, atap ubin atau slites solar dapat menggantikan bahan atap konvsional. Modul film yang fleksibel bahkan dapat diintegrasikan menjadi atap vaulted, ketika modul semi transparan menyediakan percampuran yang menarik antara bayangan dengan sinar matahari. Sel photovoltaic juga dapat digunakan untuk menyediakan tenaga maksimum ke gedung pada saat hari di musim panas ketika sistem AC membutuhkan energi yang besar, hal itu membantu mengurangi beban maskimum elektik.Baik dalam skala besar maupun skala kecil photovoltaic dapat mengantarkan tenaga ke jaringan listrik, atau dapat disimpan dalam selnya.

Pengertian Singkat Mata dan Cara Kerja Mata dalam Menangkap Objek

(Pengertian Singkat Mata dan Cara Kerja Mata dalam Menangkap Objek) – Mata adalah suatu struktur sferis berisi cairan yang dibungkus oleh tiga lapisan. Dari luar ke dalam, lapisan–lapisan tersebut adalah : (1) sklera/kornea, (2) koroid/badan siliaris/iris, dan (3) retina. Sebagian besar mata dilapisi oleh jaringan ikat yang protektif dan kuat di sebelah luar, sklera, yang membentuk bagian putih mata. Di anterior (ke arah depan), lapisan luar terdiri atas kornea transparan tempat lewatnya berkas–berkas cahaya ke interior mata. Lapisan tengah dibawah sklera adalah koroid yang sangat berpigmen dan mengandung pembuluh-pembuluh darah untuk memberi makan retina. Lapisan paling dalam dibawah koroid adalah retina, yang terdiri atas lapisan yang sangat berpigmen di sebelah luar dan sebuah lapisan syaraf di dalam. Retina mengandung sel batang dan sel kerucut, fotoreseptor yang mengubah energi cahaya menjadi impuls syaraf.

Struktur mata manusia berfungsi utama untuk memfokuskan cahaya ke retina. Semua komponen–komponen yang dilewati cahaya sebelum sampai ke retina mayoritas berwarna gelap untuk meminimalisir pembentukan bayangan gelap dari cahaya. Kornea dan lensa berguna untuk mengumpulkan cahaya yang akan difokuskan ke retina, cahaya ini akan menyebabkan perubahan kimiawi pada sel fotosensitif di retina. Hal ini akan merangsang impuls–impuls syaraf ini dan menjalarkannya ke otak.

Cahaya masuk ke mata dari media ekstenal seperti, udara, air, melewati kornea dan masuk ke dalam aqueous humor. Refraksi cahaya kebanyakan terjadi di kornea dimana terdapat pembentukan bayangan yang tepat. Aqueous humor tersebut merupakan massa yang jernih yang menghubungkan kornea dengan lensa mata, membantu untuk mempertahankan bentuk konveks dari kornea (penting untuk konvergensi cahaya di lensa) dan menyediakan nutrisi untuk endothelium kornea. Iris yang berada antara lensa dan aqueous humor, merupakan cincin berwarna dari serabut otot. Cahaya pertama kali harus melewati pusat dari iris yaitu pupil. Ukuran pupil itu secara aktif dikendalikan oleh otot radial dan sirkular untuk mempertahankan level yang tetap secara relatif dari cahaya yang masuk ke mata. Terlalu banyaknya cahaya yang masuk dapat merusak retina. Namun bila terlalu sedikit dapat menyebabkan kesulitan dalam melihat. Lensa yang berada di belakang iris berbentuk lempeng konveks yang memfokuskan cahaya melewati humour kedua untuk menuju ke retina.