Tag Archives: Techno sains

Teknologi Nasa, Temukan Lima Planet Dengan Kandungan Air

Teleskop Hubble, adalah salah satu teknologi andalan NASA yang kembali membuat penemuan besar dengan mengidentifikasikan lima buah planet lain selain bumi di galaksi bimasakti yang mempunyai kandungan air.

Diwartakan dari laman Ubergizmo (3/12/2013), kelima planet dalam bima sakti yang dilaporkan Hubble mempunyai kandungan air adalah HD209458b, planet WASP-17b, WASP-12b, WASP-19b, dan XO-1b.

Meskipun kelima planet tersebut dikabarkan memiliki unsur zat cair di dalamnya, namun masih belum diketahui secara pasti apakah bisa menyokong kehidupan manusia atau tidak.

Bahkan, dari lansiran tersebut, dua planet pada daftar tersebut sama sekali tak dapat menyokong kehidupan manusia serta makhluk hidup lainnya yang ada di muka Bumi karena mempunyai suhu udara yang sangat tinggi.

Hal tersebut dikarenakan kedua planet itu mempunyai posisi yang terlalu dekat dengan ‘pusat tata suryanya’ serta memiliki kandungan air yang hanya berbentuk uap saja.

Setidaknya dengan temuan ini membuktikan jika tak hanya bumi saja yang memiliki kandungan air dalam galaksi bima sakti. Disamping itu, dengan temuan ini juga bisa jadi satu langkah awal untuk menjelajah angkasa lebih jauh lagi.

Organisme Berusia 507 Tahun ini Disebut-sebut Organisme Tertua

Ming, disebut-sebut sebagai organisme tertua didunia berbentuk kerang yang berhasil ditemukan. Kerang ini diketahui telah berusia sekitar 507 tahun.

Ming sendiri adalah nama yang diberikang kepada kerang ini, hal tersebut dikarenakan organisme ini telah hidup pada zaman Dinasti Ming, China, yakni sekitar tahun tahun 1499.

Diwartakan dari laman VR-Zone (15/11/2013), Ming, quahog atau hard clam, merupakan organisme yang kini hidup dengan usia tertua yang pernah ditemukan. Saat ditemukan, diduga Ming telah berusia 405 tahun. Akan tetapi setelah dilakukan penelitian lebih lanjut, ternyata kerang ini sebenarnya diketahui 102 tahun lebih tua dari yang telah diperkirakan sebelumnya. Di mana diketahui kerang ini hidup selama 507 tahun.

Sekedar informasi bahwa kerang yang memiliki nama Ming ini pertama kali ditemukan pada tahun 2006 yang berlokasi di lepas pantai Islandia, kala itu kerang ini ditarik dari dasar laut oleh tim peneliti. Untuk mengetahui usianya, peneliti harus menjumlahkan garis lengkung di cangkang Ming. Memang kerang jenis ini diketahui menambah satu garis lengkung baru pada cangkangnya setiap tahun sebagai tanda pertumbuhannya.

Disamping diketahui sebagai organisme tertua di dunia, kerang ini juga memiliki kontribusi besar bagi ilmu pengetahuan. Hal tersebut dikarenakan Ming dapat memberikan informasi terkait suhu laut selama 500 tahun terakhir dengan cara mempelajari cangkangnya.

Namun sayang, Ming tak dapat hidup lebih lama atau mencapai usianya yang ke-600 tahun. Hal tersebut dikarenakan para peneliti memutuskan untuk mengetahui organ bagian dalamnya. Dengan membuka cangkangnya, maka peneliti juga secara langsung membunuh organisme dengan usia tertua di dunia ini.

Meski Terpotong, Material Ini Bisa Menyatu Sendiri

Teknologi – Pernahkah Anda membayangkan ban kendaraan yang bocor tiba-tiba bisa tertambal sendiri? Kejadian ini memang akan sangat menyenangkan?

Beberapa ilmuwan di Spanyol yang tergabung dalam CIDETEC Center of Electrochemical Technologies berhasil menemukan material polimer (bahan pembuat plastik) yang bisa menyembuhkan diri.

Menurut informasi yang diterbitkan dalam jurnal Materials Horizon, material polimer ini bisa menyatu dengan sendirinya setelah dipotong dan ditempelkan kembali tanpa bahan perekat ketika dalam suhu ruangan.

Material ini selanjutnya diberi nama “Terminator” karena yang mirip sekali dengan robot T-100 yang bisa terbelah dan menyatukan diri sendiri.

Diwartakan dari laman CBSnews.com, Rabu (17/09/2013) Terminator ini hanya memerlukan waktu 2 jam untuk kembali seperti semula ketika berada dalam suhu ruang, dan bisa direnggangkan kembali tanpa terjadi robekan.

Sebenarnya teknologi ini sudah sempat ditemukan pada tahun 2011 oleh Universitas Case Western Reserve di Amerika Serikat. Hanya saja material tersebut masih memerlukan sinar UV untuk bisa menjalani proses penyembuhan diri.

Planet Mars, Diprediksi Bakal Dihantam Komet di 2014

Mars merupakan planet terdekat keempat dari Matahari dan Mars sendiri sebenarnya adalah nama dari dewa perang Romawi.

Planet ini disebut juga dengan “planet merah”, hal tersebut dikarenakan jika dilihat dari kejauhan memiliki warna kemerah-kemerahan yang disebabkan oleh adanya besi(III) oksida pada permukaan planet Mars.

Informasi yang diwarta peroleh dari Slashgear pada hari Jum’at 29/3/2013 Planet Mars diprediksi bakal tertabrak oleh komet di tahun 2014 mendatang.

Menurut Australian Observatory komet tersebut diberi nama sandi C/2013 A1. Meskipun begitu, kemungkinan benturan komet tersebut dengan planet merah cukup kecil.

Dan hal ini bukanlah pertama kalinya sebuah planet selain Bumi ditabrak komet, beberapa tahun lalu Planet Jupiter juga pernah tertabrak komet. Hanya saja, Jupiter memiliki lapisan atmosfir yang begitu tebal, sehingga hampir tidak memberikan dampak yang berarti.

Berbeda dengan Planet Mars yang tak memiliki lapisan pelindung atmosfer setebal Jupiter.

Perangkat ini mampu ukur Denyut Nadi

Fujitsu adalah salah satu perusahaan pengembang IT asal Jepang yang telah meluncurkan teknologi terbarunya di bidang kesehatan, yakni penghitung denyut nadi seseorang menggunakan gambar wajah.

Teknologi ini bekerja dengan cara menggunakan bantuan kamera yang sudah terpasang pada smartphone, tablet atau PC. Kamera tersebut mampu mendeteksi wajah dan memindainya untuk mengukur tingkat kecerahan wajah yang pada umumnya disebabkan karena tingkat aliran darah.

Teknologi ini dikembangkan oleh Fujitsu dengan tidak membutuhkan perangkat keras khusus, cukup memerlukan waktu 5 detik saja untuk mengukur denyut nadi.

Adapun proses kerja teknologi ini adalah dengan cara mengambil video wajah seseorang dan mulai mengkalkulasi jumlah cahaya merah, biru dan hijau dari beberapa bagian wajah di setiap framenya.

Teknologi yang dikembangkan oleh Fujitsu kali ini merupakan salah satu teknologi pengukur denyut yang inovatif dan segera bergabung dengan berbagai jenis produk pengukur kesehatan lain cupaya pengguna dapat langsung mengetahui jumlah denyut nadiny tanpa harus mengunjungi rumah sakit.

Namun, yang menjadi pertanyaan saya adalah bagaimana dengan tingkat keakuratan data yang diperoleh tersebut?

Ini Dia Kondisi Planet Mars

Curiosity, adalah robot milik NASA yang kini tengah berada di planet Mars untuk melakukan explorasi/penjelajahan.
Robot canggih ini mampu memberikan informasi mengenai keadaan lokal di planet mars secara langsung yang diketahui melalui Foursquare. Foursquare adalah jejaring sosial berbasis lokal yang biasa digunakan Curiosity untuk mengupdate informasi dari planet mars.

Menurut NBCNews, Kamis 4/10/2012, Curiosity tidak hanya login/check-in di jejaring sosial tersebut, namun roboit ini juga memberikan komentar tentang keadaan / kondisi di planet mars.

Curiosity menginformasikan bahwa planet mars memiliki udara yang dingin, kering dan kondisi yang berbatu. Robot ini menyarankan untuk menggunakan sepatu, pelembab ekstra dan juga oksigen bagi mereka yang ingin berkunjung ke planet mars.

Disini, Curiosity tidak berjalan dengan sendirinya, akan tetapi robot ini bergerak atas perintah/kendali langsung dari NASA. Robot NASA seharga Rp. 23 triliun ini merupakan robot pertama yang mendarat di planet mars.

Douglas Wheelock, disebut-sebut sebagai astronot pertama yang berhasil check-in dari International Space Station dan sekaligus menjadi orang pertama yang menggunakan fasilitas Foursquare dari luar angkasa.

Pengertian Bom Hidrogen

Bom hidrogen adalah salah satu jenis bom (peledak) yang memiliki tenaga dari hasil reaksi fusi inti–inti atom hidrogen berat yang dikenal dengan sebutan deutron. Kekuatan ledakan bom ini mencapai ratusan kali lebih besar daripada bom atom yang didahului adanya (Pembelahan) reaksi fisi yang mengakibatkan terjadinya reaksi fusi atau yang dikenal dengan penggabungan beberapa atom hidrogen.

Ketika terjadi penggabungan antara atom-atom, Hidrogen akan melepaskan tenaga / energi sangat besar yang setara dengan (plus minus) 50,000,000 buah atau sekitar 500 bom atom. Satuan untuk mengukur daya legak Bom Hidrogen adalah Megaton (TNT / Juta Ton). Ledakan yang dihasilkan dari Bom Hidrogen mampu menciptakan bola api yang berdiameter hingga beberapa kilometer diikuti dengan cendawan yang membumbung tinggi.

Kekuatan Bom Hidrogen ini lebih besar daripada kekuatan Bom Atom yang pernah menghancurkan kota Nagasaki – Japan / Jepang yang hanya menghasilkan cendawan pada ketinggian 18 km saja.

Untuk menghasilkan reaksi fusi maka inti atom terlebih dahulu harus memperoleh suhu sangat tinggi hingga jutaan derajat celcius. Salah satu benda yang sering melakukan reaksi fusi adalah Matahari, ketika terjadi Badai Matahari reaksi fusi lebih sering dilakukan.

Dalam Bom Hidrogen terdapat bom atom yang berfungsi untuk menciptakan suhu sangat tinggi ketika diledakkan. Ketika suhu yang tercipta sudah sangat tinggi maka reaksi fusi akan dapat diciptakan dan hasilnya reaksi tersebut menciptakan gas He serta dalam reaksi dilepaskan neutron secara cepat.

“Disadur dari berbagai sumber”

Ilmuwan Ciptakan Daging Burger Sintetis

Teknologi memang memungkinkan segalanya. Dengan menggunakan daging yang dikembangkan dari sel induk sapi hidup, peneliti Universitas Maastricht, Belanda, mengembangkan produksi daging sapi di laboratorium, bukannya di peternakan.

Mark Post, kepala penelitian, menyatakan bahwa pengembangan daging sintetis ini didanai oleh seorang donatur yang tak mau disebutkan namanya. Dana yang dikeluarkan mencapai US$330 ribu atau sekitar Rp3 miliar.

Untuk proyek awal, Post mengembangkan jenis daging olahan untuk burger yang disebut state-of-the-art burger. Daging ini dikembangkan dari sel induk sapi hidup, yang diletakkan pada sebuah cawan petri.

Chef Heston Blumenthal, pemilik restoran The Fat Duck di London yang bergelar Michellin Star, sudah menandatangani kontrak untuk mengolahnya untuk dijadikan hamburger. Konsumen bisa mulai mencicipinya bulan Oktober mendatang.

Tujuan utama dari pengembangan daging ini adalah untuk mengurangi jumlah pemotongan sapi dan efek pemanasan global yang dihasilkan oleh peternakan.

Data PBB menunjukkan, peternakan hewan memakan lahan di bumi hingga 30 persen. Sementara permintaan daging diperkirakan akan mencapai dua kali lipat dalam empat dekade mendatang.

“Anda dapat dengan mudah mengkalkulasikan, kalau kita membutuhkan sumber pangan alternatif. Jika tak dilakukan pengembangan, daging bisa jadi makanan mewah dengan harga yang sangat tinggi,” kata Post, seperti dikutip dari NY Daily News.

Selain hamburger, daging sintetis hasil ternak di laboratorium itu juga dapat dijadikan bahan sosis dan berbagai jenis olahan daging lainnya.

Sementara itu untuk menciptakan wujud daging utuh mungkin masih butuh sekitar 10-20 tahun lagi. Sejauh ini, Post dan timnya baru bisa mengembangkan lapisan tipis otot merah muda sapi sepanjang satu inci, dengan ketebalan 0,5 milimeter. Mereka masih harus menumbuhkan beberapa ribu lapisan lagi, sebelum siap untuk dicampur dengan lemak hewan yang telah dikembangkan.

Mark Post juga berencana akan mengembangkan varian daging lainnya untuk dikonsumsi. “Kami juga bisa membuat daging panda. Saya yakin kami bisa,” katanya. (ftm/ftm)