Tag Archives: TKJ

Fungsi dan Peran Network Layer pada Jaringan Komputer

Peran penting dari Network Layer adalah untuk menyediakan fungsi routing, sehingga memungkinkan pengiriman paket data dari segmen networki lokal kesuatu yang ada pada suatu network lainnya dan untuk menjalankan tugas ini pada umumnya memerlukan IP (Internet Protocol).

IPX atau yang disebut dengan Internet Packet eXchange telah dirubah oleh perusahaan Novell ke beberapa termasuk NCP (Netware Core Protocol) dan SPX (Squence Packet Exchange), yang mana protokol-protokol ini telah masukkan ke sistem operasi Netware.

Beberapa peran penting yang mungkin dilakukan oleh Layer Network adalah sebagai brikut:

  • Mendeteksi Error
  • Memperbaiki error dengan mengirim ulang paket yang rusak
  • Membagi aliran data biner ke paket diskrit dengan panjang tertentu
  • Mengendalikan aliran

Pengertian MAC Address (Medium Access Control) dalam Jaringan

Jaringan komputer adalah terhubungnya komputer antara komputer satu dengan yang lainnya, dalam jaringan komputer terdapat berbagai jenis sistem jaringan termasuk MAC (Medium Access Control).

Media Access Control Address atau yang dikenal dengan istilah MAC Address adalah sebuah alamat dalam jaringan yang diimplementasikan oleh lapisan data-link pada tujuh lapisan model OSI yang juga berfungsi untuk merepresentasikan sebuah node tertentu pada jaringan.

Pada suatu jaringan berbasis Ethernet, MAC address adalah suatu alamat unik dengan panjang 48-bit (6 byte) yang berguna untuk mengidentifikasikan sebuah komputer, interface dalam router maupun node lain yang ada pada jaringan.

Disamping itu, MAC Address juga dikenal sebagai physical address, Ethernet address dan juga hardware address.

Kelebihan Maupun Kelemahan Client dan Server dalam Jaringan Komputer

Pengertian Komputer Server dan Client dalam suatu jaringan. Server merupakan komputer yang menyediakan fasilitas untuk komputer-komputer lain di dalam suatu jaringan yang memungkinkan dapat terhubung antara client satu dan client yang lainya.

Client adalah komputer-komputer pengguna maupun menerima fasilitas yang telah disediakan oleh komputer server dalam suatu jaringan.

Server dalam suatu jaringan tipe client-server disebut juga dengan Dedicated Server, hal ini dikarenakan murni berperan sebagai server yang mana telah menyediakan fasilitas terhadap workstation dan server tidak dapat menjadi workstation.

Kelebihan / Keunggulan dari sistem jaringan ini adalah:

  • Kecepatan akses lebih tinggi karena penyediaan fasilitas jaringan dan pengelolaannya dilakukan secara khusus oleh satu komputer (server) yang tidak dibebani dengan tugas lain seperti sebagai workstation.
  • Sistem keamanan dan administrasi jaringan lebih baik, karena terdapat sebuah komputer yang bertugas sebagai administrator jaringan, yang mengelola administrasi dan sistem keamanan jaringan.
  • Sistem backup data lebih baik, karena pada jaringan client-server backup dilakukan terpusat di server, yang akan membackup seluruh data yang digunakan di dalam jaringan.
  • Lebih mudah pengaturannya bila networknya besar karena administrasinya disentralkan.
  • Semua data dapat dibackup pada satu lokasi sentral.

Kelemahan dalam jaringan Server – Client adalah sebagai berikut:

  • Biaya operasional relatif lebih mahal.
  • Diperlukan adanya satu komputer khusus yang berkemampuan lebih untuk ditugaskan sebagai server.
  • Kelangsungan jaringan sangat tergantung pada server. Bila server mengalami gangguan maka secara keseluruhan jaringan akan terganggu.
  • Membutuhkan software NOS yang mahal contoh : NT atau server Windows 2000, XP,Novell, UNIX.
  • Membutuhkan hardware yang lebih tinggi dan mahal untuk mesin server.
  • Membutuhkan administrator yang professional.
  • Mempunyai satu titik lemah jika menggunakan satu server, data user menjadi tak ada jika server mati.

Dua Hal Yang Harus Diperhatikan Dalam Sistem Keamanan

(Dua Hal Yang Harus Diperhatikan Dalam Sistem Keamanan) – Memasang sistem keamanan dirumah merupakan suatu keputusan yang tepat. Dengan adanya sistem keamanan yang bagus dirumah kita bisa memberikan rasa aman dan nyaman, disamping itu dengan adanya sistem keamanan yang baik dirumah maka akan menjadi nilai tambahan apabila rumah tersebut henda dijual.

Apabila anda ingin memasang sistem keamanan model alarm, maka anda harus bisa mengoperasikan dengan benar, sehingga fungsi dari alaram tersebut bisa maksimal.

Berikut ini adalah dua hal yang harus dipertimbangkan saat anda hendak membeli dan memasang sistem keamanan dirumah anda dengan model alaram.

1. Mempertimbangkan kualitas produk sistem keamanan (alaram)
Hal ini diperuntukan untuk mengela lebih jauh lagi dari sistem keamanan yang ingin anda beli, pastikan anda membelinya sesuai dengan apa yang anda harapkan entah itu kualitasnya, fungsionalnya, pengoperasionalnya, sehingga dapat bisa andalkan disaat situasi yang darurat.

2. Pikirkan dengan cermat saat proses instalasi
Apabila anda hendak memasang alarm sendiri sebagai sistem keamanan dirumah anda, pastikan anda melakukannya dengan benar dan hati-hati. Apabila anda ingin memanggil seseorang untuk memasangkan sistem kemanan tersebut, anda harus mempertimbangkan harga dan kepercayaan terhadap orang yang akan memasang sistem keamanan tersebut.

Sistem keamanan untuk saat ini memang sangat diperlukan, seiring dengan banyaknya tindak kejahatan, terjadinya kebakaran, gempa, sistem keamananpun menjadi pilihan tersendiri untuk memberikan rasa aman dan nyaman.

Pengertian Dynamic routing protocol beserta Kelebihan dan Kekuranganya

(Pengertian Dynamic routing protocol beserta Kelebihan dan Kekuranganya) – Pada jaringan besar yang menggunakan banyak router, dynamic routing merupakan metode yang paling umum digunakan. Mengapa? Karena jika kita menggunakan metode static routing maka kita harus mengkonfigurasi semua router secara manual dan ini tidak mungkin untuk seorang network administrator.

Dengan menggunakan metode static routing kita membutuhkan banyak konfigurasi, sedangkan pada dynamic routing kita dapat mengkonfigurasi seminimal mungkin. Jadi sangat dimungkinkan metode dymanic routing untuk mengembangkan bagaimana router berkomunikasi dengan protocol yang digunakan. Dynamic IP routing adalah cara yang digunakan untuk melepaskan kewajiban mengisi masukan masukan ke routing table secara manual.

Protokol routing mengatur router-router sehingga dapat berkomunikasi satu dengan yang lain dan saling memberikan informasi routing yang dapat mengubah isi Routing table, tergantung keadaan jaringannya. Dengan cara ini, router-router mengetahui keadaan jaringan yang terakhir dan mampu meneruskan datagram ke arah yang benar.
Remote network dapat dikategorikan di tabel routing dengan menggunakan protokol dynamic routing. Dynamic routing protocol contohnya sebagai berikut:

Pengertian Router Firewall dalam Jaringan

Router firewall merupakan suatu perangkat fisik (physical device) yang bertugas mengontrol incoming traffic dan outgoing traffic koneksi Internet. Pengguna yang membeli perangkat ini biasanya ingin membatasi akses pada pengguna lain yang menggunakan koneksi mereka, entah berupa jaringan kabel (wired) maupun jaringan wireless. Keuntungan router firewall lainnya adalah dapat menyembunyikan jaringan komputer dari dunia luar secara efektif, di mana akan memberikan keamanan Internet (Internet security) ketika browsing Internet.

Cara instalasi router firewall terbilang sederhana, di mana merupakan salah satu cara termudah untuk memonitor dan membatasi pengguna ketika terhubung pada Internet. Router firewall menerima koneksi Internet dan melewatkannya melalui sejenis checkpoint, atau gerbang khusus. Setelah koneksi melewati router firewall, maka firewall akan secara efektif menutup akses pada siapa saja yang tidak memiliki identitas dan perizinan yang sesuai. Administrator lah yang akan menentukan siapa saja yang mendapatkan akses pada Internet, dan siapa yang tidak mendapatkannya.

Lebih dari 90 persen populasi online terhubung melalui router firewall setiap harinya, dan bahkan banyak diantara mereka yang tidak menyadarinya. Bahkan jika mereka tidak memiliki perangkatnya secara pribadi, tetap saja kemungkinan besar mereka akan terhubung dengan Internet, melalui Wi-Fi hotspot, atau melalui jaringan telepon yang memiliki router firewall di dalamnya.

Provider Internet menggunakan teknologi ini untuk memastikan bahwa pelanggan mereka memiliki akses pada web sementara memblokir request penggunaan lainnya, dan seluruh proses ini terjadi dalam milisecond.

Mengenal dan Pengertian Routing Beserta Static Routing Protocol

(Mengenal dan Pengertian Routing) – Routing IP adalah proses pengiriman data dari satu host dalam satu network ke host dalam network yang lain melalui suatu router. Agar router dapat mengetahui bagaimana meneruskan paket paket ke alamat yang dituju dengan mengunakan jalur terbaik, router menggunakan peta atau tabel routing. Table routing adalah table yang memuat seluruh informasi IP address dari interfaces router yang lain sehingga router yang satu dengan router lainnya bisa berkomunikasi.

Routing table hanya memberikan informasi sedang routing algoritma yang menganalisa dan mengatur routing table. Intinya, router hanya tahu cara menghubungkan nertwork atau subnet yang terubung langsung dengan router tersebut. Router berdasarkan cara pemetaan / routing dibagi tiga:
1. Static Routing
2. Default Routing
3. Dynamic Routing

Static Routing Protocol
Static routing adalah pembuatan dan peng-update-an routing table secara manual. Staric routing tidak akan merubah informasi yang ada pada table routing secara otomatis, sehingga administrator harus melakukan merubah secara manual apabila topologi jaringan berubah.

Beberapa keuntungan dari static routing:

  • Pemeliharan bandwidth network karena peng-update-an informasi router membutuhkan broadcasts yang terus menerus.
  • Keamanan metwork karena static routing hanya mengandung informasi yang telah dimasukkan secara manual.

Beberapa kerugian dari static routing:

  • Tidak ada tolerasi kesalahan. Jika suatu router down, maka static tidak akan memperbaharui informasi dan tidak akan menginformasikan ke router yang lain.
  • Pengembangan network. Jika suatu network ditambah atau dipindahkan maka static routig harus diperbaharui oleh administrator.

Pembatasan static router dapat menjadi keuntungan apabila untuk sampai pada tujuan hanya melalui satu router. Stub network adalah pencapaian network tujuan hanya denga satu jalur.

Komunikasi Antar Peralatan dalam Jaringan Komunikasi Data

(Komunikasi Antar Peralatan dalam Jaringan Komunikasi Data) – Kita dapat mengetahui bahwa bahwa pengertian hardware itu sangatlah luas. Hardware bisa dilihat dari kecepatannya, kode dasar binary yang digunakan, serta lainnya lagi. Dengan banyaknya perbedaan ini, maka situasi menjadi kritis apabila kemudian dikehendaki agar peralatan tersebut bisa saling berkomunikasi antara satu dengan lainnya.
Dalam hal ini, pengirim dan penerima informasi membutuhkan adanya interface yang bisa digunakan untuk penyelaras/pengatur pelbagai kecepatan ataupun pelbagai kode yang digunakan setiap komputer.
Suatu hal yang sangat tidak meng-enakkan dalam menyelenggarakan komunikasi antar peralatan ini adalah, banyak didominasi dengan pelbagai hal yang sangat teknis, dan hal ini sangatlah berbeda apabila dibanding dengan percakapan antar sesama manusia. Banyak hal ataupun banyak faktor yang harus dipertimbangkan agar bisa menyatukan pelbagai peralatan serta saling mengerti antara satu dengan lainnya.

a. Parallell dan Serial Transmisi.
Jumlah channel yang dimiliki oleh setiap peralatan tidaklah sama, demikian pula halnya dengan jumlah track yang digunakan untuk mengirim data. Dalam hal ini, setiap character akan diwakili oleh bit-bit yang dapat ditransmisikan dalam bentuk paralel ataupun serial. Sebagai contoh, untuk men-transmisikan huruf H yang diwakili oleh 8 bit, bila menggunakan delapan chanel yang terpisah, disebut sebagai parellel transmission. Sebaliknya, jika bit-bit yang ada disalurkan dalam satu channel, disebut sebagai serial transmission.
Seperti yang nampak pada gambar, maka bentuk transmisi paralel mempunyai kecepatan yang lebih tinggi apabila dibanding dengan bentuk transmisi serial. Penyebabnya adalah, paralel memiliki banyak chanel, sedang serial hanya satu. Paralel lebih sesuai untuk pengiriman jarak pendek.
Komputer dengan pelbagai terminal pada lokasi yang saling berjauhan, biasanya menggunakan cara tradisional untuk saling berkomunikasi antara satu dengn lainnya, yaitu menggunakan bentuk serial. Serial interface yang umum digunakan adalah RS-232C, yang dikembangkan untuk men-standartisasi dikarenakan adanya hubungan yang saling berjauhan antara komputer dengan terminal.
Komputer secara umum membutuhkan adanya bentuk komunikasi kecepatan tinggi dengan peralatan yang ada didekatnya, seperti disk ataupun tape-unit. Dikarenakan jarak yang saling berdekatan, maka bentuk transmisi paralel dimungkinkan. Didalam sistem personal computer, peralatan yang berdekatan biasanya berupa printer yang juga dihubungkan secara paralel dengan sistem komputer yang ada.

Pengertian TCP/IP (Internet Protocol)

(Pengertian TCP/IP) – TCP/IP (singkatan dari Transmission Control Protocol/Internet Protocol) adalah standar komunikasi data yang digunakan oleh komunitas internet dalam proses tukar-menukar data dari satu komputer ke komputer lain di dalam jaringan Internet. Protokol ini tidaklah dapat berdiri sendiri, karena memang protokol ini berupa kumpulan protokol (protocol suite). Protokol ini juga merupakan protokol yang paling banyak digunakan saat ini. Data tersebut diimplementasikan dalam bentuk perangkat lunak (software) di sistem operasi. Istilah yang diberikan kepada perangkat lunak ini adalah TCP/IP stack

Protokol TCP/IP dikembangkan pada akhir dekade 1970-an hingga awal 1980-an sebagai sebuah protokol standar untuk menghubungkan komputer-komputer dan jaringan untuk membentuk sebuah jaringan yang luas (WAN). TCP/IP merupakan sebuah standar jaringan terbuka yang bersifat independen terhadap mekanisme transport jaringan fisik yang digunakan, sehingga dapat digunakan di mana saja. Protokol ini menggunakan skema pengalamatan yang sederhana yang disebut sebagai alamat IP (IP Address) yang mengizinkan hingga beberapa ratus juta komputer untuk dapat saling berhubungan satu sama lainnya di Internet. Protokol ini juga bersifat routable yang berarti protokol ini cocok untuk menghubungkan sistem-sistem berbeda (seperti Microsoft Windows dan keluarga UNIX) untuk membentuk jaringan yang heterogen.

Protokol TCP/IP selalu berevolusi seiring dengan waktu, mengingat semakin banyaknya kebutuhan terhadap jaringan komputer dan Internet. Pengembangan ini dilakukan oleh beberapa badan, seperti halnya Internet Society (ISOC), Internet Architecture Board (IAB), dan Internet Engineering Task Force (IETF). Macam-macam protokol yang berjalan di atas TCP/IP, skema pengalamatan, dan konsep TCP/IP didefinisikan dalam dokumen yang disebut sebagai Request for Comments (RFC) yang dikeluarkan oleh IETF.

TCP/IP pun mempunyai beberapa layer, layer-layer itu adalah:

  • IP (internet protocol) yang berperan dalam pentransmisian paket data dari node ke node. IP mendahului setiap paket data berdasarkan 4 byte (untuk versi IPv4) alamat tujuan (nomor IP). Internet authorities menciptakan range angka untuk organisasi yang berbeda. Organisasi menciptakan grup dengan nomornya untuk departemen. IP bekerja pada mesin gateaway yang memindahkan data dari departemen ke organisasi kemudian ke region dan kemudian ke seluruh dunia.
  • TCP (transmission transfer protocol) berperan didalam memperbaiki pengiriman data yang benar dari suatu klien ke server. Data dapat hilang di tengah-tengah jaringan. TCP dapat mendeteksi error atau data yang hilang dan kemudian melakukan transmisi ulang sampai data diterima dengan benar dan lengkap.
  • Sockets yaitu merupakan nama yang diberikan kepada subrutin paket yang menyediakan akses ke TCP/IP pada kebanyakan sistem.

Fungsi dari UDP (User Datagram Protokol)

Fungsi dari UDP (User Datagram Protokol) – UDP berbeda dengan TCP yang memiliki satuan paket data yang disebut dengan segmen, melakukan pengepakan terhadap data ke dalam pesan-pesan UDP (UDP Messages). Sebuah pesan UDP berisi header UDP dan akan dikirimkan ke protokol lapisan selanjutnya (lapisan internetwork) setelah mengepaknya menjadi datagram IP. Enkapsulasi terhadap pesan-pesan UDP oleh protokol IP dilakukan dengan menambahkan header IP dengan protokol IP nomor 17 (0×11). Pesan UDP dapat memiliki besar maksimum 65507 byte: 65535 (216)-20 (ukuran terkecil dari header IP)-8 (ukuran dari header UDP) byte. Datagram IP yang dihasilkan dari proses enkapsulasi tersebut, akan dienkapsulasi kembali dengan menggunakan header dan trailer protokol lapisan Network Interface yang digunakan oleh host tersebut.

Dalam header IP dari sebuah pesan UDP, field Source IP Address akan diset ke antarmuka host yang mengirimkan pesan UDP yang bersangkutan; sementara field Destination IP Address akan diset ke alamat IP unicast dari sebuah host tertentu, alamat IP broadcast, atau alamat IP multicast.

Fungsi UDP adalah sebagai berikut:

  • Protokol yang “ringan” (lightweight): Untuk menghemat sumber daya memori dan prosesor, beberapa protokol lapisan aplikasi membutuhkan penggunaan protokol yang ringan yang dapat melakukan fungsi-fungsi spesifik dengan saling bertukar pesan. Contoh dari protokol yang ringan adalah fungsi query nama dalam protokol lapisan aplikasi Domain Name System.
  • Protokol lapisan aplikasi yang mengimplementasikan layanan keandalan: Jika protokol lapisan aplikasi menyediakan layanan transfer data yang andal, maka kebutuhan terhadap keandalan yang ditawarkan oleh TCP pun menjadi tidak ada. Contoh dari protokol seperti ini adalah Trivial File Transfer Protocol (TFTP) dan Network File System (NFS)
  • Protokol yang tidak membutuhkan keandalan. Contoh protokol ini adalah protokol Routing Information Protocol (RIP).
  • Transmisi broadcast: Karena UDP merupakan protokol yang tidak perlu membuat koneksi terlebih dahulu dengan sebuah host tertentu, maka transmisi broadcast pun dimungkinkan. Sebuah protokol lapisan aplikasi dapat mengirimkan paket data ke beberapa tujuan dengan menggunakan alamat multicast atau broadcast. Hal ini kontras dengan protokol TCP yang hanya dapat mengirimkan transmisi one-to-one. Contoh: query nama dalam protokol NetBIOS Name Service.